nasional

Bukan UU TNI, Mahfud MD Kritik Praktik Lama Orde Baru yang Muncul di Era Prabowo

Senin, 24 Maret 2025 | 15:00 WIB
Eks Menko Polhukam RI, Mahfud MD. (Instagram.com/@mohmahfudmd) (Instagram.com/@mohmahfudmd)

Redaksi88.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyatakan bahwa dunia perguruan tinggi (PT) turut berkontribusi terhadap kekacauan tata kelola pemerintahan di Indonesia. 

Menurutnya, nilai-nilai akademik di perguruan tinggi telah tergerus karena lebih menekankan aspek administratif daripada substansi akademik.

"Zaman sekarang memang di perguruan tinggi, gairah untuk berjuang menegakkan nilai-nilai akademik itu sudah kurang karena lebih ditekankan pada persoalan administratif," ujar Mahfud dalam siniar YouTube Rhenald Kasali pada Senin, 24 Maret 2025.

Baca Juga: Dugaan Gratifikasi dan Pemotongan Anggaran di Dinkes Bengkulu Utara Disorot Jaksa

Mahfud juga menyoroti fenomena politisasi jabatan di lingkungan universitas. Ia menilai bahwa jabatan-jabatan di universitas saat ini lebih bersifat politis daripada administratif. 

"Jabatan-jabatan di universitas itu maupun di fakultas sekarang lebih politis, bukan administratif," tuturnya.

Ia menggambarkan bagaimana proses perebutan jabatan rektor atau dekan sering kali melibatkan praktik politik, seperti membentuk tim sukses dan janji-janji jabatan. 

"Orang mau jadi rektor, mencari 'cantolan' ke pusat, membentuk tim sukses. 'Nanti kalau saya menang, kamu jadi dekan, jadi ini dan itu'. Sekarang sudah begitu," jelas Mahfud.

Mahfud membandingkan situasi ini dengan masa sebelum keruntuhan pemerintahan Orde Baru, di mana persaingan untuk menduduki jabatan akademik lebih murni dan berdasarkan kemampuan. 

Baca Juga: Perkuat Diplomasi Indonesia di Kancah Global, Prabowo akan Lantik 31 Dubes Sore Ini di Istana Merdeka

"Padahal dulu tidak begitu. Kalau bersaing ya sudah bersaing. Tidak ada pakai tim sukses, orang yang hebat bisa naik waktu itu," ungkapnya.

Rekan duet Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 itu juga mengkritik merosotnya kewibawaan akademik di era sekarang. 

Ia menyebut bahwa pada masa Orde Baru, kewibawaan akademik masih tinggi, namun mulai runtuh seiring munculnya fenomena "sarjana tukang".

 "Dulu kewibawaan akademik tinggi. Nah, sekarang juga banyak melahirkan," sebut Mahfud.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB