Mahfud menjelaskan bahwa istilah "sarjana tukang" muncul menjelang keruntuhan Orde Baru dan kini kembali marak. Fenomena ini, menurutnya, mencakup praktik jual-beli gelar akademik dan ijazah.
"Sekarang sudah banyak, masa kini sarjana tukang itu muncul lagi. Jual beli gelar, jual beli ijazah, dan sudah tidak tahu malu lagi, antara yang membeli maupun yang menjual," terangnya.
Ia menyimpulkan bahwa kewibawaan akademik saat ini telah runtuh dan menjadi mudah diperjualbelikan.
Hal ini, menurut Mahfud, merupakan salah satu penyebab tata kelola pemerintahan yang tidak ideal.
"Kewibawaan akademik sekarang itu jadi runtuh, mudah-mudahan ini dibenahi," tandas Mahfud.***
Artikel Terkait
Update Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung: 3 Polisi Tewas, Dugaan Aliran Uang ke Koramil dan Polsek Terungkap
Menjelang Pertandingan Timnas Indonesia Vs Bahrain, Erick Thohir Ungkap Hadapi Tekanan Besar
Polres Bengkulu Utara Pantau Terus Harga Bahan Pokok Selama Ramadhan dan Jelang Lebaran 2025
Perkuat Diplomasi Indonesia di Kancah Global, Prabowo akan Lantik 31 Dubes Sore Ini di Istana Merdeka
Dugaan Gratifikasi dan Pemotongan Anggaran di Dinkes Bengkulu Utara Disorot Jaksa