REDAKSI88.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan praktik penipuan dalam perdagangan beras di pasaran.
Beras dengan kualitas medium ditemukan diberi label premium, sehingga merugikan konsumen yang membayar lebih mahal.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengujian sampel di sejumlah lokasi. Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian antara label dan isi kemasan.
"Kami ambil sampel dan cek, ternyata isinya medium tapi tulisannya premium. Ini jelas merugikan masyarakat," tegas Amran di Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Baca Juga: Dikira Premium, Ternyata Medium! Begini Cara Oknum Nakal Tipu Masyarakat Lewat Beras
Menurut Amran, praktik ini termasuk penipuan karena konsumen membayar harga premium untuk produk berkualitas lebih rendah.
Ia memperingatkan pelaku usaha untuk tidak melakukan kecurangan serupa.
"Kami akan lakukan pemeriksaan menyeluruh di seluruh Indonesia. Sampaikan ke semua pengusaha, jangan medium dialihkan jadi premium," tegasnya.
Untuk menghindari jadi korban curang beras premium abal abal ini, ada beberapa tips untuk membedakannya dengan beras premium asli.
Pada beras premium dan beras medium keduanya memiliki derajat sosoh (terlepasnya kulit ari pada beras) yang sama,yaitu sebesar 95%, dengan kadar air maksimal sebanyak 14%.
Baca Juga: Gara-gara Aturan Ini, Macet Mudik 2025 Diprediksi Turun Drastis!
Perbedaan yang jelas terlihat dari kedua kelas beras tersebut ada pada kualitas tampilan beras, yaitu utuh dan patah.
Pada beras premium, beras kepala terlihat butir hampir utuh hingga utuh di atas 95%.
Sedangkan pada beras medium terdapat minimal 75% beras kepala.