REDAKSI88.com - Sebuah aksi protes kreatif warga Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan menuai apresiasi dari Bupati Radityo Egi Pratama. Pada Kamis (10/4/2025).
Puluhan warga menaburkan 40 kilogram ikan lele di jalan rusak yang tergenang air sebagai bentuk protes terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki selama lebih dari 10 tahun.
Alih-alih tersinggung, Bupati Egi justru memberikan apresiasi atas cara warga menyampaikan aspirasi.
Baca Juga: Pemkab Lampung Selatan Turut Serta dalam Panen Raya Nasional Bersama Presiden Prabowo
"Saya apresiasi kreativitas masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Terima kasih sudah beraspirasi dengan cara yang unik dan kreatif," ujar Bupati Egi menanggapi aksi tersebut.
Bupati Egi menjelaskan bahwa persoalan jalan rusak yang menghubungkan enam desa (Bumi Daya, Tanjung Jaya, Bumi Asri, Bumi Asih, Bumi Restu, dan Pulau Jaya) telah menjadi perhatiannya sejak dilantik satu bulan lalu.
Namun, ia meminta pemahaman warga karena proses perbaikan infrastruktur membutuhkan waktu.
"Saya paham betul masyarakat sudah terlalu lama tidak diperhatikan perbaikan infrastrukturnya. Tapi yang masyarakat juga perlu pahami, dalam melaksanakan pekerjaan infrastruktur itu ada prosesnya. Bismillah kita perbaiki sama-sama," jelas Bupati Egi.
Bupati mengungkapkan kendala teknis dalam merealisasikan perbaikan, mengingat APBD 2025 sudah dirancang dan ditetapkan oleh pemerintahan sebelumnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur tetap menjadi prioritas pemerintahannya.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Peringatan Ray Dalio Soal Tantangan untuk Danantara: Kamu Akan Dilawan
Aksi warga dengan menabur ikan lele di genangan air jalan rusak merupakan bentuk kekecewaan terhadap lambatnya perbaikan infrastruktur.
Akai ini sekaligus sindiran halus bahwa kondisi jalan yang rusak parah selama lebih dari sepuluh tahun telah menghidupi ikan lele di genangan airnya.