nasional

Polisi Selidiki Motif di Balik Rudapaksa Priguna Anugerah yang Memerkosa Korban Saat Ayahnya Kritis

Jumat, 11 April 2025 | 17:30 WIB
Motif Kekerasan Seksual yang Dilakukan Priguna Anugerah. (kolase instagram.com/drg.mirza dan x.com/colekcimol)

REDAKSI888.com – Polda Jawa Barat menyelidiki alasan di balik tindakan keji Priguna Anugerah Pratama (31), dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSHS Bandung, yang kini menjadi tersangka rudapaksa terhadap keluarga pasien.

Kombes Pol Surawan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, mengungkapkan bahwa Priguna diduga memiliki kecenderungan seksual menyimpang yang menjadi motif utama kejahatannya.

“Semacam apa ya, punya fantasi tersendiri dengan seksualnya gitu,” kata Surawan, Jumat (11/4/2025).

Yang mengherankan, tersangka ternyata baru saja menikah. Namun, status sebagai suami tidak menghentikannya dari memenuhi hasrat seksualnya yang menyimpang.

Baca Juga: Polisi Beberkan Motif Dokter Residen yang Bius dan Rudapaksa Anak Pasien RSHS: Kami Akan Perkuat Dengan Forensik

Surawan juga menduga Priguna terangsang oleh situasi di mana pasangan seksualnya tidak sadar.

“Semacam punya fantasi sendiri lah gitu. Senang kalau orang mungkin pingsan gitu ya. Nanti kita lakukan visum psikiatrikum,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi telah memaparkan kronologi kejadian pada 18 Maret 2025, saat Priguna diduga memerkosa FH (21), anak seorang pasien yang dirawat di RSHS.

Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, menjelaskan bahwa tersangka membawa korban dari IGD ke lantai 7 Gedung MCHC dengan dalih pengambilan darah.

Baca Juga: Kemenkes Cabut STR Dokter Residen Pelaku Rudapaksa di RSHS Bandung

“Sesampainya di Gedung MCHC, tersangka meminta korban mengganti pakaian dengan baju operasi hijau dan melepas bajunya. Lalu, pelaku menyuntikkan jarum ke tangan kiri dan kanan korban sebanyak 15 kali,” jelas Hendra.

Tak hanya itu, Priguna juga memasukkan cairan bening ke dalam selang infus korban, menyebabkan korban pingsan.

Korban baru sadar sekitar pukul 04.00 WIB, lalu mengganti pakaiannya sebelum diantar kembali ke IGD.

Setelah kejadian, korban merasakan nyeri saat buang air kecil dan akhirnya mengungkapkan segalanya kepada ibunya.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB