Redaksi88.com – Dunia bisnis global tengah diramaikan oleh kebijakan tarif balasan atau resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Dalam perkembangan terbaru, Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan bahwa Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Indonesia pada triwulan I tahun 2025 masih tetap terjaga.
Ia memastikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi stabil, meski dihadapkan pada ketidakpastian yang meningkat di sektor ekonomi dan pasar keuangan global.
Menurut Sri Mulyani, lonjakan ketidakpastian tersebut terutama dipicu oleh dinamika tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Trump.
“Ketidakpastian tersebut terutama dipicu oleh dinamika terkait kebijakan tarif dari pemerintah AS dan memunculkan eskalasi perang dagang,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar secara virtual, Kamis, 24 April 2025.
Ia turut menyoroti kebijakan Trump yang dinilai memicu perang tarif dan berpotensi menekan laju pertumbuhan ekonomi global.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa kebijakan tersebut telah menambah ketidakpastian di pasar keuangan dunia, serta menciptakan ketidakjelasan dalam tata kelola perdagangan dan investasi antarnegara.
Baca Juga: Disebut Pernah Miliki OCI pada 1997, TNI AU Membantah: Hanya Kerja Sama untuk Kelancaran Pertunjukan
Dampaknya, aliran modal global mulai bergeser dari Amerika Serikat menuju negara-negara dan instrumen yang dianggap lebih aman, seperti aset keuangan di kawasan Eropa dan Jepang, serta komoditas seperti emas.
Sementara itu, negara-negara berkembang justru mengalami aliran modal keluar, yang pada akhirnya menekan nilai tukar mata uang mereka.
“Kebijakan tarif resiprokal oleh AS juga menimbulkan dampak nyata yang secara tidak langsung dalam bentuk rantai pasok,” tuturnya.
“Ketidakpastian dalam perdagangan dan investasi, serta memburuknya sentimen dari pelaku usaha terhadap prospek ekonomi,” tukas Sri Mulyani.***