Redaksi88.com – Seorang mantan pawang gajah di Oriental Circus Indonesia (OCI) Taman Safari buka suara soal skandal dugaan kekerasan yang menyeret nama pimpinan terhadap sejumlah mantan pemain sirkus.
Murni, sang mantan pawang gajah, mengungkapkan bahwa dirinya cukup dekat dengan para eks pemain yang disebut-sebut menjadi korban.
Ia bahkan mengaku pernah mengasuh tiga di antaranya Butet, Fifi, dan Ida sejak mereka masih kecil.
Baca Juga: Mengenang Raminten: Jejak Budaya dan Warisan Kuliner dari Almarhum Hamzah Sulaiman
"Kalau secara karakter, Bapak kenal dengan mereka ini?" tanya artis Denny Sumargo dalam wawancara bersama Murni, sebagaimana ditayangkan di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Kamis, 24 April 2025.
"Saya kenal dekat Pak, sejak mereka berusia 5-6 tahun. Saya tidak menyangka mereka akan membuat pengakuan seperti itu," jawab Murni.
Murni mengaku kecewa ketika mendengar kabar dugaan kekerasan yang disampaikan melalui media sosial oleh ketiga eks pemain sirkus tersebut.
Baca Juga: Mbok Yem dan Kisah Legendaris Warung ‘Mahal’ di Puncak Gunung Lawu
"Saya kecewa sama mereka (3 eks pemain sirkus), berbuat omongannya seperti itu," ujarnya.
Ia juga membantah keras kabar bahwa pimpinan di OCI melakukan kekerasan selama dirinya bekerja di sana. Salah satu isu yang viral adalah pengakuan Butet yang disebut-sebut pernah dipaksa makan kotoran gajah.
"Saya merasa tidak terjadi seperti itu. Mereka juga pernah di situ, kenapa bisa berbicara seperti itu?" tutur Murni lagi.
Selain itu, Murni mempertanyakan alasan para mantan pemain tersebut baru mengungkapkan cerita mereka setelah keluar dari lingkungan sirkus.
"Kenapa baru buka mulut ketika mereka sudah ke luar (dari OCI Taman Safari)?" tandasnya.***
Artikel Terkait
Kedua Kalinya Terjerat Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Fachri Albar Sempat Rehabilitasi Namun Tak Kapok
Pasca Kepergian Mbok Yem, Bagaimana Nasib Warung di Puncak Gunung Lawu? Begini Kata Keluarga
Mbok Yem dan Kisah Legendaris Warung ‘Mahal’ di Puncak Gunung Lawu
Ikon Legendaris Yogyakarta, Hamzah Sulaiman Tutup Usia, Sosok di Balik House of Raminten dan Mirota Batik Malioboro
Mengenang Raminten: Jejak Budaya dan Warisan Kuliner dari Almarhum Hamzah Sulaiman