nasional

Meutya Hafid Soroti Kebijakan Siswa Nakal Masuk Barak TNI di Jabar: Bisa Jadi Model Nasional

Rabu, 14 Mei 2025 | 17:00 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid. (Instagram.com / @meutya_hafid)

Redaksi88.com – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirim siswa bermasalah ke barak militer menuai sorotan publik. 

Langkah ini dinilai sebagai upaya membentuk karakter dan meningkatkan kedisiplinan pelajar, khususnya agar mereka terlepas dari kecanduan gawai.

Sebelumnya, sejumlah siswa nakal telah mulai dikirim ke Barak TNI Resimen Armed 1 Sthira Yudha di Kabupaten Purwakarta. 

Baca Juga: Setelah Kasus Nenek di Boyolali Dikeroyok Viral, Deddy Corbuzier: Kalau Curi 2 Ton Duit Negara, Dipukulin Juga?

Dedi Mulyadi menyatakan, program tersebut bertujuan membangun karakter siswa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital.

Langkah ini juga mendapat perhatian dari Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Ia mengunjungi langsung aktivitas para siswa di barak tersebut pada Rabu, 14 Mei 2025.

"Banyak dari anak-anak ini yang kecanduan gawai, gim, dan kehilangan konsentrasi di ruang digital. Ini jadi perhatian kami," ujar Meutya.

Baca Juga: Kepala BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Berasal dari SPPG Berpengalaman, Ungkap Akan Lakukan Pelatihan Ulang Petugas

Meutya menilai pendekatan semacam ini berpotensi untuk diterapkan lebih luas jika terbukti efektif.

"Kalau memang baik, bisa menjadi model nasional, tidak ada salahnya kita scale-up (naik tingkat)," tuturnya.

Ia juga menyebut bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penguatan karakter generasi muda.

Baca Juga: Angka PHK Meningkat Tajam pada Awal 2025, Apindo Ungkap 5 Faktor Penyebab Utama

"Jawa Barat kami jadikan sebagai pilot project karena program ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional," tukasnya.***

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB