Kepala BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Berasal dari SPPG Berpengalaman, Ungkap Akan Lakukan Pelatihan Ulang Petugas

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 14 Mei 2025 | 16:09 WIB
Kepala BGN akan melakukan training ulang untuk petugas SPPG.  (Instagram/badangizinasional.ri)
Kepala BGN akan melakukan training ulang untuk petugas SPPG. (Instagram/badangizinasional.ri)

Redaksi88.com – Kasus keracunan makanan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini ramai menjadi sorotan publik. 

Program yang ditujukan untuk anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui ini diawasi langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menanggapi insiden tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pelatihan ulang bagi para pengurus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab dalam penyaluran makanan MBG.

Baca Juga: Angka PHK Meningkat Tajam pada Awal 2025, Apindo Ungkap 5 Faktor Penyebab Utama

“Kejadian (keracunan) justru dari SPPG yang sudah 3-4 bulan melakukan pelayanan,” ujar Dadan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Mei 2025.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman petugas bukan jaminan bebas dari risiko. Sebaliknya, rutinitas yang berjalan lancar setiap hari bisa membuat kewaspadaan menurun.

“Jadi mungkin karena aman setiap hari, sudah merasa terbiasa, sehingga kami melihat butuh penyegaran,” imbuhnya.

Dadan menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan pelatihan ulang secara berkala sebagai bentuk penguatan terhadap standar kebersihan dan kualitas makanan.

Baca Juga: Seringai Siap Gelar Acara Spesial untuk Mengenang Mendiang Ricky Siahaan, Umumkan Hiatus Sementara

“Setiap 2-3 bulan kita akan lakukan training ulang untuk para penjamah makanan supaya kewaspadaan terus ditingkatkan, standar kualitas (makanan) tetap dijaga supaya rutinitas itu tidak membiuskan mereka,” jelas Dadan.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun pelaksanaan berjalan lancar, petugas SPPG harus tetap menjaga kualitas pelayanan.

“Mereka (SPPG) selalu meningkatkan kualitas pelayanannya,” tambahnya.

Sementara itu, kasus keracunan MBG terbaru tercatat terjadi di Kota Bogor, dalam rentang waktu 6–9 Mei 2025. Penyalurannya dilakukan oleh SPPG Bina Insani.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, ditemukan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X