REDAKSI88.com – Isu terkait dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali mencuat ke permukaan setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Tuduhan tersebut memicu polemik publik, hingga akhirnya Jokowi mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah oknum yang diduga menyebarkan informasi tidak benar.
Laporan resmi telah diajukan ke Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan pada 30 April 2025.
Namun, polemik ini belum mereda, terutama setelah Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, ikut memberikan tanggapan.
Baca Juga: Adik Ipar Jokowi Serahkan Ijazah Asli ke Bareskrim Polri
Dalam acara peluncuran buku 'Pengantar Pemahaman Konsepsi Dasar Sekitar Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)' di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025), Megawati menyampaikan pandangannya terkait isu ini.
Awalnya, ia bercerita tentang pengalamannya berinteraksi dengan ribuan peneliti di BRIN.
"Saya mesti cerita sedikit pengalaman kenapa Pak Bambang Kesowo nulis (buku) sebegini tebalnya. Karena ketika saya ditugasi ke BRIN ini, terus saya punya researcher itu 8.144, saya pusing kepala. Kan ini pasti orang pintar semua ini," ujarnya.
"Tapi saya tidak mau kalah. Saya suruh Pak Handoko, saya suruh ditesting dengan ilmu psikologi. Jadi IQ-nya sama EQ-nya intelligence quotient sama emotional quotient. Supaya apa? Ini benar pintar atau ngerepek ini," sambung Megawati.
Tak lama kemudian, Megawati mengalihkan pembicaraan ke isu ijazah Jokowi yang sedang ramai diperdebatkan.
Ia menegaskan bahwa jika dokumen tersebut asli, sebaiknya diperlihatkan kepada publik untuk mengakhiri polemik.
"Orang banyak kok, sekarang, gonjang-ganjing urusan ijazah (Jokowi), bener apa nggak?" ucap Ketum PDIP itu.
Megawati pun menyarankan agar Jokowi secara terbuka memamerkan dokumen aslinya.