Redaksi88.com – Achfas Prihatna, paman dari Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tewas akibat kecelakaan, angkat bicara dan meminta agar kasus ini ditangani secara serius dan transparan oleh aparat penegak hukum.
Argo (19) meninggal dunia setelah ditabrak mobil BMW yang dikendarai oleh Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan (22), mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.
Insiden tragis tersebut terjadi di Jalan Palagan, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025.
Baca Juga: Soal Hubungan Diplomatik dengan Israel, PDIP Ingatkan Prabowo untuk Tidak Gegabah
Achfas berharap semua proses hukum, baik yang terjadi sebelum maupun sesudah kecelakaan, bisa diusut secara tuntas dan terbuka.
"Baik itu pelaku yang sesaat sebelum dan sesudah itu tolong di di dikawalah," kata Achfas kepada wartawan, Minggu, 1 Juni 2025.
"Aparat dan semua yang berwenang itu betul-betul menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya," ia menambahkan.
Baca Juga: Satu WNI Meninggal Dunia 2 Lainnya Ditangkap di Gurun, Diduga Coba Masuk Makkah untuk Haji Ilegal
Ia menegaskan bahwa keluarga menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwenang, termasuk kuasa hukum yang mendampingi mereka.
"Saya yakinlah bahwa kita masih mempercayakan ini kepada pihak berwenang," ujar Achfas.
"Termasuk kepolisian baik maupun kuasa hukum," pungkasnya.
Sementara itu, perkembangan teranyar dalam penyelidikan menunjukkan adanya upaya pergantian pelat nomor pada mobil BMW milik Christiano.
Baca Juga: Juni 2025 Dipenuhi Libur Nasional dan Cuti Bersama, Cek Jadwalnya!
Upaya tersebut dilakukan saat kendaraan tersebut diamankan di Polsek Ngaglik.