Redaksi88.com – Serangan yang dilancarkan Israel ke sejumlah wilayah di Iran memicu kekhawatiran sebagian publik internasional, termasuk terhadap keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut.
Sebelumnya diketahui, saat ini terdapat sekitar 380 WNI tengah berada di Iran. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para WNI di wilayah tersebut.
Terkini, sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, secara resmi menaikkan status kewaspadaan untuk WNI di Iran dari Siaga 2 menjadi Siaga 1, pada Kamis, 19 Juni 2025.
Baca Juga: Update Konflik Iran vs Israel: Putin Tawarkan Mediasi, Trump Tolak Mentah-Mentah
Sugiono mengklaim, pertimbangan itu diambil setelah kondisi wilayah pusat kota di Iran yang kian memanas akibat Israel yang mengincar berbagai fasilitas militer hingga stasiun televisi di Iran.
"Yang disasar juga bukan saja target-target militer, tapi juga target-target sipil," ujar Sugiono kepada awak media di St. Petersburg, Rusia, pada Kamis, 19 Juni 2025.
"Maka saya memutuskan untuk meningkatkan Level kesiagaan di kedutaan Teheran Dari level siaga 2 menjadi siaga 1 di Teheran," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sugiono menegaskan pihaknya telah menyampaikan kepada Kedutaan Besar RI di Teheran agar bersiap, apabila perlu dilakukan evakuasi terhadap WNI di Iran.
"Saya sudah menyampaikan kepada jajaran kementerian luar negeri Dan kedutaan besar Republik Indonesia di Teheran, untuk melakukan asesmen terhadap rencana dan kemungkinan-kemungkinan evakuasi WNI," terangnya.
"Mulai malam ini kita juga lagi mengkomunikasikan terus pada seluruh WNI yang ada di Iran untuk selalu menjalin komunikasi yang dekat dan erat dengan Kedutaan RI," tegas Sugiono.
Perihal rencana evakuasi, Sugiono menyebut proses evakuasi hanya bisa dilakukan melalui jalur darat saja karena akses udara di Iran kini sedang ditutup imbas konflik dengan Israel.
"Tidak bisa, pesawat tidak bisa ke sana, satu-satunya (evakuasi) jalur darat," tukasnya.***