Redaksi88.com – Pihak pemilik Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden tenggelamnya kapal di perairan Selat Bali.
PT Raputra Jaya, yang sebelumnya dikenal dengan nama PT Pasca Dana Sundari, menyampaikan permohonan maaf atas tragedi yang sejauh ini telah menelan enam korban jiwa dan menyebabkan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Dalam konferensi pers yang digelar di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Sabtu, 5 Juli 2025, perwakilan PT Raputra Jaya, Ulumudin, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas insiden tersebut.
Ia mengatakan bahwa pihaknya sangat terpukul dengan peristiwa yang menimpa kapal milik perusahaan.
"Pertama dan utama kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Kami sangat berduka atas musibah yang menimbulkan korban jiwa," ujarnya.
Ulumudin menegaskan keselamatan penumpang merupakan tanggung jawab utama perusahaan selaku operator pelayaran.
Menurutnya, insiden ini menjadi pelajaran besar bagi perusahaan ke depan untuk memperbaiki sistem keamanan pelayaran.
Baca Juga: Menyesal, ‘Mas Pelayaran’ yang Diduga Aniaya Driver Pengantar Makanan Online Minta Maaf
"Sebagai operator pelayaran, kami menyadari sepenuhnya bahwa keselamatan dan keamanan penumpang adalah tanggung jawab utama kami," imbuh Ulumudin.
Meski demikian, Ulumudin belum dapat memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab pasti kapal tenggelam, termasuk perbedaan antara jumlah manifes dan korban.
Ulumudin hanya mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang untuk melakukan evaluasi atas insiden tersebut.
"Saya belum bisa menjelaskan saat ini," ucapnya singkat saat ditanya awak media soal data manifes yang tidak sesuai dan dugaan penyebab kecelakaan.