REDAKSI88.com – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur mengumumkan telah menemukan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang sebelumnya tenggelam di perairan Selat Bali.
Temuan itu disampaikan langsung oleh Dirpolairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, dalam konferensi pers di dermaga Marina Boom, Banyuwangi, pada Minggu, 13 Juli 2025.
"Posisi kapal terbalik. Pengambilan gambar dan video kita lakukan untuk kepentingan penyelidikan (scientific investigation) yang didukung teknologi canggih," ujar Arman.
Baca Juga: Duka di Ketapang, Khofifah Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya
Kapal dengan panjang 65,49 meter, lebar 12,37 meter, dan tinggi 9,22 meter tersebut ditemukan dalam kondisi terbalik di dasar laut.
Foto dan dokumentasi visual bawah laut diperoleh melalui survei menggunakan teknologi Multibeam Echosounder (MBES), yang menunjukkan citra jelas dari badan kapal pada kedalaman 50 meter. Lokasinya terdeteksi cukup jauh dari titik awal tenggelam.
Penemuan bangkai ini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan laut yang menimpa KMP Tunu Pratama Jaya. Proses investigasi dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi canggih.
Baca Juga: Beredar Tudingan Foto Liburan Jokowi Tak Asli, Begini Kata Ajudan
Arman menjelaskan bahwa pencarian dilakukan bertahap. Awalnya menggunakan MBES dan side scan sonar, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan video memakai Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV).
Setelah lokasi teridentifikasi, tim memastikan posisi kapal tetap stabil dengan menggunakan teknik bubble trap di tangki kapal, dibantu sistem hot typing.
"Skema berikutnya adalah pengangkatan dan pembersihan bangkai kapal," lanjut Arman.
Baca Juga: Prabowo Umumkan Perundingan CEPA RI–Uni Eropa Rampung Usai 10 Tahun Negosiasi
Berdasarkan visualisasi yang diperoleh, kapal tampak utuh meski dalam kondisi terbalik. Arman memastikan ukuran kapal yang ditemukan sesuai dengan spesifikasi awal.
"Kita sudah mendapatkan secara jelas koordinat ditemukannya bangkai kapal seperti dalam gambar. Dari hasil ROV akan lebih jelas visualisasinya, termasuk tulisan kapalnya,” kata Arman, yang juga menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi.