Seluruh proses penyelidikan dilakukan bersama Badan SAR Nasional (Basarnas). Arman menyebut kerja sama ini penting untuk memastikan penyebab tenggelamnya kapal dapat terungkap secara ilmiah.
"Untuk mengungkap penyebabnya secara ilmiah, perlu dilakukan investigasi secara menyeluruh yang didukung dengan teknologi canggih," tambahnya.
Informasi sementara menyebutkan kapal kemungkinan tenggelam akibat kebocoran di ruang mesin, terjangan ombak besar, dan dugaan kelebihan muatan. Namun polisi belum dapat menyimpulkan sebelum investigasi tuntas.
Baca Juga: Anies Baswedan Kritik Prabowo: Bertahun-tahun RI Absen di Forum PBB, Kepala Negara Tak Muncul
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, 54 saksi telah diperiksa, termasuk keluarga korban, awak kapal, dan penumpang yang selamat.
Arman mengakui, kondisi kapal yang terbalik dan arus laut bawah yang kuat menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
"Arus bawah laut sangat kencang, makanya dilakukan upaya yang lebih modern untuk mempermudah proses evakuasi kapal. Untuk kepentingan investigasi, kita telah menurunkan empat tim untuk bekerja di semua tahapan," tandasnya.***
Artikel Terkait
Bahas Energi Hijau dan Akses Listrik Merata, PT PLN Gandeng JMSI Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Jakarta Bukan Sekadar Ibukota: Pesan Tersirat Anies dari Nama Stasiun MRT ‘ASEAN’
Usai Liburan dengan Cucu, Bagaimana Kondisi Kesehatan Jokowi? Ini Kata Ajudan
Anies Soroti Absen Presiden RI di PBB: Negara Besar Tak Boleh Diam Hadapi Masalah Global
Beredar Tudingan Foto Liburan Jokowi Tak Asli, Begini Kata Ajudan
Prabowo Umumkan Perundingan CEPA RI–Uni Eropa Rampung Usai 10 Tahun Negosiasi