nasional

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan Dunia, Prabowo: Juli Ini Sudah 6 Juta Penerima Manfaat

Senin, 21 Juli 2025 | 09:23 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto dalam pidato saat penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Minggu malam, 20 Juli 2025. (Foto/Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Redaksi88.com, Solo – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian internasional dan telah menjadi bahan pembahasan dalam berbagai forum kenegaraan di luar negeri.

Dalam pidatonya saat penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Minggu malam, 20 Juli 2025, Prabowo mengatakan bahwa program unggulan pemerintah yang menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui itu tak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga menarik perhatian banyak negara.

"Di mana-mana saya didatangi di luar negeri. Program-program kita dibahas di luar negeri. Program Makan Bergizi Gratis dibahas di luar negeri," ujar Prabowo.

Baca Juga: Blak-blakan di Kongres PSI, Jokowi Akui Sering Temui Warga Tengah Malam: Ribuan Kali Saya Lakukan Itu

Ia mengungkapkan bahwa hingga Juli 2025, program MBG telah menjangkau lebih dari enam juta penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak dan ibu hamil.

"Belum pernah ada program yang sama. Kita sekarang bulan Juli ini sudah sampai penerima manfaat 6 juta anak lebih dan ibu-ibu yang hamil," ucapnya.

Prabowo optimistis jumlah penerima manfaat akan terus bertambah. Ia menargetkan, pada akhir Agustus 2025, jumlah penerima dapat menembus angka 20 juta, bahkan bisa lebih.

Baca Juga: Dirawat di Rumah Sakit, SBY Tetap Melukis Meski Tangan Terinfus

"Insya Allah bulan Agustus akhir akan mencapai 20 juta lebih. Bahkan sasaran kita siapa tahu bisa mencapai di atas 25 juta pada bulan Agustus," kata Prabowo.

Program MBG merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menangani masalah gizi buruk sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. 

Selain bertujuan mencetak generasi masa depan yang sehat dan kuat, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan sosial dan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.***

Tags

Terkini