Redaksi88.com – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Rabu pagi, 23 Juli 2025, sekitar pukul 07.23 WIB.
Letusan tersebut menciptakan kolom abu setinggi kurang lebih 1.600 meter dari puncak, atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut.
"Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1600 m di atas puncak," kata Petugas Pengamat Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, dalam keterangan tertulis, Rabu 23 Juli 2025.
Baca Juga: Eks Hakim Agung Soroti Vonis 4,5 Tahun Tom Lembong, Klaim Tak Ada Niat Jahat pun Bisa Diproses Hukum
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke tenggara.
Sementara itu, aktivitas vulkanik ini juga tercatat di seismograf, dengan durasi gempa selama 78 detik dan amplitudo maksimum mencapai 30,5 mm.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Baca Juga: Usai Kunjungan ke AS, Pramono Sebut Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York
Warga yang tinggal di sekitar lembah maupun aliran sungai yang berhulu ke puncak Marapi juga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama saat hujan mengguyur wilayah tersebut.
PVMBG turut mengeluarkan imbauan tambahan bila terjadi hujan abu di kawasan terdampak.
Masyarakat disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan seperti ISPA.
Baca Juga: Ozzy Osbourne, Vokalis Legendaris Black Sabbath dan Ikon Rock Dunia Tutup Usia di Umur 76 Tahun
Pemerintah juga meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi palsu atau yang belum terverifikasi, demi menjaga ketenangan publik.
"Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat," demikian imbauan resmi yang disampaikan.