Redaksi88.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan besarnya kerugian akibat aksi perusakan, penjarahan, hingga pembakaran sejumlah fasilitas umum di Ibu Kota.
Menurut Pramono, setidaknya 22 halte TransJakarta terdampak, baik halte BRT maupun non-BRT, serta satu pintu tol. Dari jumlah itu, enam halte diketahui dijarah dan dibakar.
“MRT Jakarta kerusakan infrastruktur untuk MRT sebesar Rp3,3 miliar, TransJakarta kurang lebih Rp41,6 miliar,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 1 September 2025.
Baca Juga: Polisi Panggil Pengelola Wahana Ketangkasan di EXPO Bengkulu Utara
Tak hanya halte daan MRT, pramono juga menerima informasi kerusakan yang terjadi pada CCTV.
“Kerusakan CCTV dan infrastruktur lainnya, Rp5,5 miliar,” imbuhnya.
“Sehingga total kerusakan ada Rp55 miliar,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu juga disebutkan, pemerintah provinsi harus menanggung biaya subsidi transportasi gratis MRT dan TransJakarta hingga 8 September 2025 dengan total Rp18 miliar.
Pramono memastikan layanan transportasi tetap berjalan.
Baca Juga: Tidak Ada Ruang bagi Anarkisme, Patroli Gabungan TNI-Polri Diperluas Hingga RT/RW
Ia menyebut akses transportasi pada 14 koridor sudah kembali beroperasi normal meski sempat mengalami hambatan.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan ketersediaan pangan di Jakarta masih dalam kondisi aman, sekaligus membantah isu yang sempat beredar.
“Saya juga ingin menyampaikan, kemarin sempat beredar rumor bahwa pangan akan menjadi masalah. Di Jakarta, pangan cukup bahkan sampai dengan Oktober akhir, kalau tidak ada sesuatu akan sangat mencukupi,” tandasnya.***