Usai Rumah Dijarah, Sri Mulyani Ajak Bangun Indonesia Tanpa Anarki dan Kebencian

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 1 September 2025 | 13:36 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani angkat bicara setelah rumahnya terimbas aksi penjarahan oknum massa demonstrasi.  (Instagram.com/@smindrawati)
Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani angkat bicara setelah rumahnya terimbas aksi penjarahan oknum massa demonstrasi. (Instagram.com/@smindrawati)

Redaksi88.com – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, angkat bicara usai kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, dijarah sekelompok oknum massa demonstrasi pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Peristiwa itu menyedot perhatian publik, terlebih setelah kasus serupa juga menimpa beberapa pejabat DPR RI, di antaranya Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya.

Menyikapi hal tersebut, melalui unggahan akun Instagram resminya, @smindrawati, pada Senin, 1 September 2025, Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang ia terima.

Baca Juga: Israel Klaim Juru Bicara Hamas Abu Obeida Tewas dalam Serangan Udara di Gaza

“Saya berterima kasih atas doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral dalam menghadapi musibah ini,” ujar Sri Mulyani.

Dalam pernyataannya, ia mengakui membangun bangsa Indonesia bukanlah pekerjaan mudah. Menurutnya, jalan yang ditempuh penuh tantangan bahkan berisiko besar.

“Para pendahulu bangsa juga melewati jalan yang terjal dan sering berbahaya,” ujarnya.

Sri Mulyani menekankan pentingnya menjaga etika dan moral dalam kehidupan politik.

Baca Juga: Respons Uya Kuya soal Rumahnya yang Ludes Dijarah Massa: Semoga Apa yang Diambil Bisa Bermanfaat

“Politik adalah perjuangan bersama untuk tujuan mulia kolektif bangsa, tetap dengan etika dan moralitas yang luhur,” tuturnya.

Ia juga menyinggung perannya sebagai pejabat negara yang terikat sumpah untuk menjalankan konstitusi.

“Sebagai pejabat negara saya disumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan semua UU. Ini bukan ranah atau selera pribadi,” tegasnya.

Lalu, Sri Mulyani menjelaskan proses penyusunan undang-undang dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pemerintah, DPR, DPD, serta partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Kapal Migran Tenggelam saat Perjalanan Menuju Eropa, 70 Orang Dilaporkan Tewas

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X