Kapal Migran Tenggelam saat Perjalanan Menuju Eropa, 70 Orang Dilaporkan Tewas

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 1 September 2025 | 12:08 WIB
Ilustrasi kapal penumpang yang tenggelam dalam perjalanan dari Afrika menuju Eropa.  (Unsplash.com/Emil)
Ilustrasi kapal penumpang yang tenggelam dalam perjalanan dari Afrika menuju Eropa. (Unsplash.com/Emil)

Redaksi88.com – Sebuah kapal migran tujuan Eropa dilaporkan tenggelam di lepas pantai Afrika Barat, 70 orang tewas dalam insiden tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Gambia menyebut kapal itu terbalik di perairan Mauritania

Kapal diyakini berangkat dari Gambia dengan mayoritas penumpang berasal dari Gambia dan Senegal.

Baca Juga: Tips Jitu Memulai Usaha untuk Pemula, Minim Risiko tapi Berpeluang Besar

“Setidaknya 70 orang tewas ketika kapal yang membawa imigran dilaporkan tenggelam di lepas pantai Afrika Barat,” ungkap pernyataan resmi Kemlu Gambia yang dikutip dari Reuters, Senin, 1 September 2025.

Kapal tersebut dilaporkan mengangkut sekitar 150 orang. Dari jumlah itu, 16 penumpang berhasil diselamatkan, sementara sebagian besar lainnya masih hilang dan dikhawatirkan meninggal dunia.

Otoritas Mauritania menemukan puluhan jenazah dan masih terus melakukan pencarian korban yang kemungkinan besar terjebak di laut.

Baca Juga: Analis Politik Hensa Sarankan Prabowo Intens Komunikasi Lewat Media, Bukan Influencer, untuk Redakan Kegelisahan Publik

Seorang penyintas bahkan menyebut jumlah korban kemungkinan bisa lebih dari 100 orang.

“Banyak yang hilang, kemungkinan besar mereka sudah tidak selamat,” kata seorang penyintas yang berhasil dievakuasi.

Tragedi ini kembali menyoroti bahaya rute migrasi Atlantik, jalur laut dari pesisir Afrika Barat menuju Kepulauan Canary, Spanyol. 

Baca Juga: Industri Mamin RI Tembus Pasar Afrika, Ekspor Biskuit hingga Pantai Gading

Jalur tersebut disinyalir berisiko tinggi karena jarak yang jauh serta kondisi laut yang ganas.

“Kami menghimbau warga negara kami untuk menahan diri dari melakukan perjalanan berbahaya seperti itu, yang terus merenggut banyak nyawa,” ujar Kemlu Gambia dalam pengumuman resminya.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X