Redaksi88.com – Sebuah kapal migran tujuan Eropa dilaporkan tenggelam di lepas pantai Afrika Barat, 70 orang tewas dalam insiden tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Gambia menyebut kapal itu terbalik di perairan Mauritania.
Kapal diyakini berangkat dari Gambia dengan mayoritas penumpang berasal dari Gambia dan Senegal.
Baca Juga: Tips Jitu Memulai Usaha untuk Pemula, Minim Risiko tapi Berpeluang Besar
“Setidaknya 70 orang tewas ketika kapal yang membawa imigran dilaporkan tenggelam di lepas pantai Afrika Barat,” ungkap pernyataan resmi Kemlu Gambia yang dikutip dari Reuters, Senin, 1 September 2025.
Kapal tersebut dilaporkan mengangkut sekitar 150 orang. Dari jumlah itu, 16 penumpang berhasil diselamatkan, sementara sebagian besar lainnya masih hilang dan dikhawatirkan meninggal dunia.
Otoritas Mauritania menemukan puluhan jenazah dan masih terus melakukan pencarian korban yang kemungkinan besar terjebak di laut.
Seorang penyintas bahkan menyebut jumlah korban kemungkinan bisa lebih dari 100 orang.
“Banyak yang hilang, kemungkinan besar mereka sudah tidak selamat,” kata seorang penyintas yang berhasil dievakuasi.
Tragedi ini kembali menyoroti bahaya rute migrasi Atlantik, jalur laut dari pesisir Afrika Barat menuju Kepulauan Canary, Spanyol.
Baca Juga: Industri Mamin RI Tembus Pasar Afrika, Ekspor Biskuit hingga Pantai Gading
Jalur tersebut disinyalir berisiko tinggi karena jarak yang jauh serta kondisi laut yang ganas.
“Kami menghimbau warga negara kami untuk menahan diri dari melakukan perjalanan berbahaya seperti itu, yang terus merenggut banyak nyawa,” ujar Kemlu Gambia dalam pengumuman resminya.***
Artikel Terkait
PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Fraksi DPR RI Mulai 1 September 2025
Prabowo Umumkan Tunjangan Anggota DPR Akan Dicabut dan Moratorium Kunjungan Kerja ke Luar Negeri
Prabowo Pastikan Pemeriksaan Kasus Brimob Cepat dan Transparan
Industri Mamin RI Tembus Pasar Afrika, Ekspor Biskuit hingga Pantai Gading
Analis Politik Hensa Sarankan Prabowo Intens Komunikasi Lewat Media, Bukan Influencer, untuk Redakan Kegelisahan Publik