Redaksi88.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru yang diambil pimpinan DPR sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat.
Dalam pertemuan bersama sejumlah ketua umum partai politik di Istana, Minggu, 31 Agustus 2025, Prabowo menegaskan bahwa parlemen telah berkomitmen melakukan penyesuaian kebijakan terkait fasilitas bagi anggota dewan.
Menurut Presiden, laporan dari pimpinan DPR menyebutkan adanya kebijakan baru yang mengatur besaran tunjangan dan perjalanan dinas luar negeri.
Baca Juga: PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Fraksi DPR RI Mulai 1 September 2025
"Kemudian para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri," tutur Prabowo.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk memperkuat kinerja lembaga legislatif sekaligus memastikan efektivitas penggunaan anggaran negara.
Dengan penyesuaian tunjangan, DPR diharapkan lebih fokus menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.
Baca Juga: Gen Z di Era Gig Economy: Fleksibel Bekerja, tapi Masih Sulit Mengatur Keuangan
Sementara moratorium perjalanan luar negeri mencerminkan komitmen DPR dalam mengatur prioritas kerja yang lebih tepat sasaran.
Prabowo juga menambahkan bahwa selain langkah dari DPR, partai politik turut mengambil tindakan tegas terhadap kader mereka yang duduk di parlemen.
"Dalam rangka menyikapi apa yang menjadi aspirasi murni dari masyarakat, saya menerima laporan dari ketua umum partai politik bahwa mereka telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR masing-masing," kata Prabowo.
Baca Juga: Peter Zaffino dan Kebangkitan AIG: Cara Sang CEO Menghidupkan Kembali Perusahaan yang Nyaris Tumbang
Keputusan ini disebut sebagai bentuk konsolidasi politik antara pemerintah, DPR, dan partai politik untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang berpihak pada kepentingan rakyat.***
Artikel Terkait
China Bikin Agenda Ekonomi Cerdas 2035, Pamer Program AI Plus untuk Efisiensi Anggaran
Ketua PBNU Gus Yahya Imbau Masyarakat Tetap Tenang di Tengah Situasi Demonstrasi
Rekayasa Lalu Lintas: KAI Berlakukan Pemberhentian Sementara 45 KA Jarak Jauh di Stasiun Jatinegara Hingga 2 September
Peter Zaffino dan Kebangkitan AIG: Cara Sang CEO Menghidupkan Kembali Perusahaan yang Nyaris Tumbang
PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Fraksi DPR RI Mulai 1 September 2025