Redaksi88.com – Presiden RI Prabowo Subianto setuju untuk membentuk tim investigasi independen terkait peristiwa demo Agustus 2025.
Hal itu diungkapkan mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin usai bertemu Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 11 September 2025.
Ia tak sendiri, pertemuan yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu dilakukan bersama sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB).
“Perlu dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian prahara Agustus beberapa waktu lalu yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka yang cukup banyak,” ujar Lukman dalam jumpa pers usai pertemuan.
“Presiden menyetujui pembentukan itu dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, GNB, menurut Lukman juga mendesak pemerintah segera membebaskan pelajar, aktivis, dan mahasiswa yang masih ditahan saat demo.
Baca Juga: Jejak Kasus Narkoba Fariz RM, Kini Divonis 10 Bulan Penjara dan Denda Rp800 Juta
“Kami menyampaikan tuntutan bahwa adik-adik kita, anak-anak kita, para aktivis, para mahasiswa, bahkan pelajar yang saat ini masih ditahan di sejumlah kota di Tanah Air untuk segera dibebaskan,” tuturnya.
Lukman mengungkapkan bahwa penahanan tersebut berpotensi menghambat proses pendidikan yang sedang dijalani para pelajar dan mahasiswa.
Menag periode 2014–2019 itu menyebut, tuntutan yang dibawa GNB pada Presiden sebagian besar berasal dari berbagai kalangan, selain 17+8 Tuntutan Rakyat.
Baca Juga: Tanggapi Rencana TNI Polisikan Ferry Irwandi, Komisi III DPR: Hormati Supremasi Sipil, Hormati HAM
“Prinsipnya, ada sejumlah tuntutan yang terkait dengan reformasi di bidang ekonomi, politik, hukum HAM, dan pertahanan keamanan secara keseluruhan yang hakikatnya adalah tuntutan dari sejumlah kalangan,” terangnya.
Selain itu, GNB juga mengungkapkan persetujuan Prabowo terkait rencana pembentukan tim reformasi kepolisian.***