Redaksi88.com – Aksi unjuk rasa pada akhir Agustus 2025 di sejumlah wilayah Indonesia, terkhusus di Jakarta, menjadi sorotan tajam publik.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut tersebut diwarnai kericuhan yang melibatkan para pendemo hingga aparat yang bertugas menjaga ketertiban.
Awalnya para pendemo menyampaikan aspirasinya terkait kebijakan ekonomi yang dirasa semakin menjerat masyarakat.
Namun, ketegangan semakin meningkat setelah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Affan Kurniawan dilaporkan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) meski sempat dilarikan ke rumah sakit.
Tragedi itu memicu kemarahan warga yang menuntut keadilan, hingga kericuhan meluas dan disertai perusakan fasilitas umum.
Masih dalam rangkaian aksi itu pula, muncul kabar bahwa ada sejumlah orang dilaporkan hilang diduga terlibat dalam aksi demonstrasi tersebut.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut terdapat tiga orang yang dinyatakan hilang.
Mereka adalah Bima Permana Putra, terakhir terlihat di kawasan Glodok, Jakarta Barat, serta Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syaputradewo yang terakhir berada di sekitar Kwitang, Jakarta Pusat.
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Orang Hilang Pascademo
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Ade Ary Syam Indradi, menyatakan pihaknya telah membuka posko pengaduan orang hilang yang beroperasi 24 jam untuk orang hilang pascademo.
Ade Ary juga menyebut masyarakat bisa melaporkan kehilangan untuk mendatangi posko atau menghubungi nomor layanan pengaduan di 0812-8559-9191.