nasional

Menkeu Purbaya Tegaskan Dana Tak Terserap Kementerian, Lembaga dan MBG Akan Ditarik dan Dialihkan

Sabtu, 20 September 2025 | 13:55 WIB
Menkeu Purbaya (kiri) akan awasi penyerapan anggaran pelaksanaan MBG hingga ajak Kepala BGN (kanan) rutin laporan ke publik. (Instagram/menkeuri - badangizinasional.ri)

REDAKSI88.com  – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran yang tidak terserap kementerian atau lembaga, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), akan ditarik dan dialihkan.

“MBG treatment-nya sama, kalau memang kita bisa lihat dan kita coba bantu termasuk ngirim manajemen dan segala macam, biar kerja,” ujar Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat, 19 September 2025.

Ia menyatakan pemerintah akan menunggu hingga akhir Oktober untuk menilai serapan anggaran MBG. Jika masih terdapat dana menganggur, maka anggaran tersebut akan dipindahkan ke pos lain atau digunakan untuk mengurangi defisit serta utang negara.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tanggapi Soal Cukai Rokok, Sebut Janggal dan Bisa Timbulkan Pengangguran

“Kalau di akhir Oktober kita bisa hitung dan kita antisipasi penyerapan hanya akan sekian ya kita ambil juga kita sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit atau untuk mengurangi utang. Jadi, pada dasarnya tidak ada uang nganggur di departemen ataupun kementerian yang di-earmark sampai akhir tahun,” tegasnya.

Purbaya menambahkan, langkah ini sudah mendapat restu Presiden Prabowo. 

“Kalau uangnya nggak bisa diserap nggak setuju, dia (Prabowo) nggak setuju juga nggak bisa diserap, nggak merubah apa-apa, kan? Dia bilang, ‘Saya oke, boleh, bagus,’” ungkapnya.

Baca Juga: Rekam Jejak Dony Oskaria, Ditunjuk Prabowo Jadi Plt Menteri BUMN dengan Kekayaan Rp33,5 Miliar

Menurutnya, mekanisme stick and carrot akan diterapkan untuk mempercepat penyerapan. 

“Kalau bisa lebih cepat, ditambah lagi uangnya, tapi kalau hitungan kita tidak mungkin, maka kita mau lihat dan perbaiki. Kita bantu kalau bisa,” jelasnya.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui adanya perlambatan serapan di awal program. 

“Januari itu kan hanya 190 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), penyerapannya Rp190 miliar. Hari ini sudah 8.344 SPPG dengan Rp8,3 triliun,” kata Dadan di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis, 18 September 2025.

Baca Juga: Mensesneg Singgung Kemungkinan Kementerian BUMN Dilebur ke Danantara, Dony Oskaria Ditunjuk Gantikan Erick Thohir

Ia menargetkan akhir September terdapat 10 ribu dapur aktif sehingga pada awal Oktober serapan mencapai Rp10 triliun. Pada Oktober, jumlah SPPG ditargetkan menjadi 20 ribu dengan penyerapan November sebesar Rp20 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB