Redaksi88.com – Baru kurang dari sebulan menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa langsung membuat gebrakan dalam pengelolaan keuangan negara.
Salah satu langkah terbarunya adalah menggelontorkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI).
Bukan tanpa sebab, dana jumbo itu kemudian disalurkan ke Bank Himpunan Milik Negara (Himbara) untuk mendukung pertumbuhan perekonomian RI.
Baca Juga: 4 Fakta Terbaru Skandal Korupsi Kuota Haji 2024, KPK Bongkar Modus Oknum Pemeras Khalid Basalamah
"Ini kita kirim ke lima bank, Mandiri, BRI, BTN, BNI, BSI. Jadi dananya akan kita kirim. sudah saya setuju tadi pagi. Jadi saya pastikan dana tersebut akan masuk ke sistem perbankan hari ini," tegas Purbaya saat ditemui awak media di Jakarta, Sabtu, 13 September 2025.
Berkaca dari hal itu, langkah cepat Menkeu Purbaya ini sontak menjadi sorotan publik, mengingat gaya kebijakannya dinilai berbeda dibanding Sri Mulyani, di Kabinet Merah Putih.
1. Rezim Ibu vs Bapak
Dalam kesempatan berbeda, langkah Purbaya dalam menggelontorkan dana Rp200 triliun ke Bank Himbara disoroti mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dalam siniar podcast YouTube pribadinya 'SPEAK UP' yang ditayangkan pada Kamis, 18 September 2025.
"Sekarang ada kebijakan, orang terkaget-kaget mungkin, katanya (Purbaya) untuk mengatasi krisis ekonomi ini, mungkin kita perlu menarik duit Rp200 triliun dari Bank Indonesia yang selama ini diparkir (mengendap)," ujar Abraham.
Baca Juga: 4 Hakim Sepakat Sebut UU TNI Tak Ada Keterbukaan Publik, Desak Perbaikan Meski MK Tolak Uji Formil
"Dana Rp200 triliun ini juga katanya bisa dijadikan kredit untuk mendanai UMKM dan sebagainya," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama Abraham lalu menanyakan langkah Menkeu Purbaya itu kepada Ekonom Senior, Yanwar Rizky.
"Ada hal yang cukup menarik dalam pembahasan publik, yakni rezim ibu-ibu dan rezim bapak-bapak," ungkap Yanwar.
2. Ibu Hati-hati, Bapak Ancam di Belakang
Dalam pernyataannya, Yanwar lalu membeberkan pandangannya terkait fenomena sebagian publik dalam membandingkan gaya Menkeu Purbaya dengan Menkeu Sri Mulyani.
Pertama, Yanwar menyebut rezim ibu-ibu mencuatkan kemungkinan adanya prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan ekonomi.
Artikel Terkait
Menilik 5 Rekomendasi KPK terkait Putusan MK soal Larangan Rangkap Jabatan Wakil Menteri
Lagi Viral Fenomena Potret Masa Kecil vs Dewasa ala Polaroid, Ini 5 Rekomendasi Prompt Gemini AI untuk Dicoba
CoreLab Promedia 2025 Bakal Hadir di Unesa Surabaya, Event Seru untuk Menyelami Dunia Content Creator
4 Hakim Sepakat Sebut UU TNI Tak Ada Keterbukaan Publik, Desak Perbaikan Meski MK Tolak Uji Formil
4 Fakta Terbaru Skandal Korupsi Kuota Haji 2024, KPK Bongkar Modus Oknum Pemeras Khalid Basalamah