Redaksi88.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Putaran Yudhi Sadewa diketahui baru saja bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang berlangsung pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Istana Wakil Presiden.
Dalam pertemuan tersebut, Menkeu Purbaya membeberkan sejumlah hal yang dibahas keduanya, terutama terkait kebijakan transfer ke daerah (TKD).
Selain itu, Purbaya juga mengungkapkan adanya pesan khusus dari Gibran mengenai cara komunikasi politiknya yang selama ini kerap menjadi perhatian.
Baca Juga: Komisi XIII DPR Siap Bentuk Panja Pengawas Lapas Usai Kasus Narkoba Ammar Zoni di Rutan Salemba
Menkeu Purbaya Sebut Wapres Gibran Terima Curhatan Kepala Daerah
Menkeu Purbaya mengatakan bahwa Gibran banyak menerima keluhan dari para kepala daerah terkait kebijakan pemangkasan anggaran TKD oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Pak Wapres, biasa, diskusi tentang masalah kondisi ekonomi secara umum. Dia kan baru dari daerah, dia menyuarakan keresahan dari pemimpin-pemimpin daerah yang anggarannya dipotong,” ujar Purbaya kepada wartawan dalam media briefing di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Oktober 2025.
“Jadi sama yang suaranya dengan gubernur yang ke sini kemarin, apa langkah kita ke depan memitigasi itu?” imbuhnya.
Purbaya lantas mengatakan bahwa dirinya hanya bisa menyarankan kepada Pemda untuk merapikan belanja daerah di triwulan I tahun 2026.
Baca Juga: Belajar Data Sejak Dini Jadi Modal Utama Hadapi Dunia Kerja di Era Digital
Penyerapan juga akan dilihat apakah ada bocoran atau tidak dan pada triwulan ketiga akan dihitung ulang.
Tetap Perhatikan Stabilitas Nasional, Minta Daerah Tak Terlalu Cemas
Menurut Purbaya, saat ekonomi berjalan dengan baik, akan dilihat income yang diterima dan akan memperhitungkan berapa banyak bagian untuk daerah.
“Kira-kira begitu, jadi daerah jangan terlalu cemas. Kami juga memikirkan stabilitas nasional,” tambahnya.
Wapres Gibran Dukung Purbaya Tetap Ceplas-ceplos
Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu juga menyampaikan bahwa Gibran memintanya untuk terus bicara lugas dan apa adanya.
“Dia (Gibran) mendukung juga saya suruh ngomong ceplas-ceplos terus katanya,” kata Purbaya.