"Kita ada sekitar 30 dapur umum yang mandiri, yang dilakukan oleh masyarakat maupun yang dibuat oleh Kementerian Sosial," tuturnya.
"SDM Tagana juga berada di sana, ada sekitar 570 lebih SDM Tagana yang bekerja atau menjadi relawan di dapur-dapur umum kita," tambahnya.
Gus Ipul menjelaskan bahwa dukungan tidak hanya datang dari Tagana. Personel TNI dan Polri juga membantu pasokan bahan baku untuk dapur umum bagi warga terdampak di wilayah Sumatera.
"Tentu ada dapur umum dari TNI, dari Polri, dan dari yang lain-lain yang mencoba juga untuk memberikan dukungan," ungkapnya.
Baca Juga: Disebut Jadi Biang Kerok Banjir Sumatera saat Menjabat Menhut, Begini Kata Zulhas
Sementara itu, upaya pembukaan akses jalur distribusi turut menunjukkan kemajuan. Jalur penghubung Medan–Aceh Tamiang dilaporkan mulai dapat dilalui setelah tertutup material longsor.
Dalam laporan resmi BNPB pada Selasa, 2 Desember 2025, disebutkan bahwa alat berat Dinas Pekerjaan Umum terus menyingkirkan tanah, lumpur, dan puing yang menutup badan jalan.
"Sejumlah kendaraan roda empat mulai dapat melewati jalur tersebut dengan kecepatan terbatas," demikian tertulis dalam laporan tersebut.
"Targetnya, Rabu (3 Desember 2025), jalur tersebut sudah dapat dilalui secara 100 persen," tambahnya.
Dengan kembali terbukanya akses menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhokseumawe, pemerintah berharap distribusi bantuan logistik dan permakanan dapat berjalan lebih lancar dan merata ke seluruh wilayah terdampak.***