DPR Dukung Dirut Garuda Terapkan "Tangan Besi" untuk Reformasi Internal

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Senin, 1 Desember 2025 | 16:50 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih mendesak Dirut Garuda Indonesia lakukan pembenahan internal maskapai.  (Instagram/abdulhakimbafagih)
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih mendesak Dirut Garuda Indonesia lakukan pembenahan internal maskapai. (Instagram/abdulhakimbafagih)

REDAKSI88.com - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Direktur Utama Garuda Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, dalam membenahi dan menertibkan internal maskapai nasional tersebut.

Pernyataan dukungan itu disampaikan Abdul saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dan jajaran direksi Garuda Indonesia pada Senin, 1 Desember 2025.

Pria kelahiran tahun 1992 itu menilai persoalan efisiensi dan kebocoran internal di Garuda sudah berlangsung terlalu lama, sehingga membutuhkan pendekatan yang kuat untuk diperbaiki.

Baca Juga: Kisah Hidup Eksklusif Susno Duadji: Dari Penyusun UU Negara, Tangani Kasus Heboh, Hingga Rasakan Dinginnya Penjara

Dalam rapat, Abdul menegaskan bahwa tindakan keras diperlukan agar penyimpangan internal benar-benar bisa diberantas. Lelaki asal Jawa Timur itu mengibaratkan bahwa penyelesaian masalah internal Garuda tidak lagi dapat dilakukan melalui pendekatan yang lunak.

“Kalau perlu tangan besi, tangan besi sekalian, Pak, saya mendukung. Karena kalau enggak kayak gitu enggak bisa, Pak. Ini memang benar-benar dari dalam di Garuda ini enggak ada efisiensi,” ujar Abdul.

Menurutnya, reformasi manajemen yang dilakukan oleh direktur utama yang baru harus menjadi momentum untuk memutus praktik-praktik buruk yang selama ini menghambat performa Garuda Indonesia.

Baca Juga: Kabar NU Terbaru: Rais Aam PBNU Ungkap Alasan Gus Yahya Bukan Ketua Umum Lagi, Siap-siap Muktamar

Abdul juga menyoroti bahwa masalah utama Garuda bukan semata-mata soal bisnis, melainkan juga menyangkut kultur kerja dan perilaku sebagian oknum di internal. Menurutnya, selama ini upaya pembenahan sering terhambat karena masih adanya mentalitas ‘aji mumpung’ di tubuh perusahaan.

“Sudah cukup sampai di sini, jangan ada penyertaan modal lagi. Cukup berleha-lehanya, cukup gampanginnya, cukup aji-aji mumpungnya. Ayo sekarang kita benerin Garuda bareng-bareng,” tegasnya.

Abdul menekankan pentingnya disiplin dan tata kelola yang lebih profesional, apalagi Garuda merupakan maskapai nasional yang membawa nama baik negara.

Baca Juga: Akses ke Taput, Tapteng, Sibolga Terputus! Ini Skema Cerdas Penyaluran Bantuan agar Logistik Cepat Sampai ke Warga

Abdul turut menyinggung persoalan efisiensi operasional Garuda, termasuk perhitungan beban biaya pesawat.

Laki-laki berusia 33 tahun itu menyebutkan bahwa ada ketimpangan antara struktur biaya Garuda dengan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X