REDAKSI88.com - Sebuah video yang diduga memperlihatkan masyarakat Tapanuli Tengah dan Sibolga ramai-ramai melakukan penjarahan di sebuah minimarket untuk memenuhi kebutuhan logistik mereka telah viral di media sosial.
Salah satu unggahan, seperti yang dimuat oleh akun Instagram @sumutnusantara pada Sabtu, 29 November 2025, menunjukkan sejumlah warga merangsek masuk dan mengosongkan rak makanan di dalam minimarket tersebut.
“Akses jalan yang terputus membuat distribusi logistik belum dapat masuk secara normal. Beberapa minimarket di Pandan mulai dijarah karena sulitnya memperoleh kebutuhan pokok,” demikian tertulis dalam keterangan akun tersebut.
Baca Juga: Posko dan RS Darurat Sudah Tersedia, Kemenkes Ingatkan Munculnya Penyakit Pascabanjir Sumatera
Penjarahan rupanya tidak hanya terjadi di Tapanuli Tengah dan Sibolga, tetapi juga di Aceh Tamiang.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, yang menyebutkan bahwa timnya pun sempat dicegat oleh warga yang berusaha mengambil logistik.
Logistik Bantuan BNPB Direbut Warga
Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan bahwa insiden penjarahan logistik juga dialami oleh timnya saat berada di Tapanuli Tengah.
“Memang berseliweran ya, bukan hanya di Aceh Tamiang, tadi di Sumatera Utara tepatnya di Tapanuli Tengah saat kita mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsori, ada sekelompok masyarakat yang berusaha untuk merebut logistik itu,” kata Suharyanto dalam konferensi pers pada Jumat sore, 29 November 2025.
Menanggapi hal tersebut, Suharyanto mengambil tindakan yang persuasif. “Ya kami perintahkan untuk itu diberikan saja,” imbuhnya.
Bukan Niat Jahat, tapi Kebutuhan Mendesak
Suharyanto kemudian menjelaskan bahwa tindakan masyarakat yang berusaha merebut logistik tersebut didasari oleh kondisi mendesak, yakni karena mereka belum mendapatkan bantuan, dan ia meyakini tidak ada niat jahat di dalamnya.
“Tentu saja kita yakin dan percaya bukan niatnya jahat tapi karena takut, mungkin karena memang sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari gitu sehingga terkesan begitu,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa situasi mereda setelah tim memberikan penjelasan dan logistik yang dibutuhkan.
Artikel Terkait
Tragedi Banjir dan Longsor Sumatera: Korban Tewas Tembus 116 Jiwa, Tapanuli Tengah Dinyatakan Daerah Paling Parah
Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Bebas, Mengaku Rekening Masih Diblokir
Tim Reformasi Internal Polri Dicap Janggal, Pengamat Curiga Upaya Menghalangi Komisi Independen Bentukan Prabowo
Alhamdulillah! TNI Kirim Bantuan Paling Penting ke Aceh dan Sumut: Ada Sinyal Darurat dan Ribuan Paket Makanan
Posko dan RS Darurat Sudah Tersedia, Kemenkes Ingatkan Munculnya Penyakit Pascabanjir Sumatera