REDAKSI88.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, telah melaporkan perkembangan terbaru penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yaitu Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.
Hingga Jumat sore, 28 November 2025, BNPB mencatat 116 korban meninggal dunia dan 42 orang masih dalam pencarian.
Dalam konferensi pers, Suharyanto menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan ekstrem. Hujan lebat tersebut terjadi akibat pengaruh Siklon Senyar dan Siklon Koto yang memicu cuaca tidak biasa di kawasan Sumatra bagian utara.
Baca Juga: Whoosh Bukan Jawaban! Rocky Gerung Tegas Kritik Kereta Cepat, Nilai Tak Sesuai Kebutuhan Publik
“Diguyur hujan sangat lebat karena ada siklon Senyar dan siklon Koto. Ini fenomena alam yang jarang terjadi tapi terjadi di wilayah Sumatera bagian utara,” kata Suharyanto.
Berdasarkan hasil observasi di lapangan, Suharyanto menegaskan bahwa Tapanuli Tengah merupakan daerah yang mengalami dampak paling parah.
Ia mengungkapkan bahwa informasi awal sempat menunjukkan Sibolga sebagai lokasi paling terdampak, tetapi kondisi di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya.
“Berita awal tuh Sibolga yang parah, ternyata setelah kita sampai di sini Sibolga justru tidak terlalu parah, justru yang parah Tapanuli Tengah,” ujar Suharyanto.
“Kabupaten yang paling parah terdampak bencana ini adalah Tapanuli Tengah,” tambahnya.
Sejumlah kecamatan di Tapanuli Tengah dilaporkan mengalami kerusakan berat, termasuk rumah warga, fasilitas umum, dan akses transportasi. Saat ini, upaya evakuasi serta pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Baca Juga: Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan: Target Ambisius 300 Ribu Jembatan di Seluruh Indonesia
Untuk mempercepat koordinasi penanganan bencana, BNPB telah mengambil langkah sigap dengan mengaktifkan jaringan komunikasi darurat berbasis Starlink di berbagai titik yang terdampak.
Langkah ini diambil karena sejumlah wilayah mengalami kerusakan jaringan komunikasi akibat banjir dan longsor.
Artikel Terkait
Ultimatum Prabowo: 'Stop Main Anggaran' Menteri hingga Birokrat Diperingatkan, Setiap Rupiah Wajib Kembali ke Negara
Perintah Presiden Prabowo Segera Dieksekusi: Logistik Bantuan Awal Banjir Bandang Sumatera Sudah Dikirim BNPB
Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan: Target Ambisius 300 Ribu Jembatan di Seluruh Indonesia
Kembalinya Wibawa Negara: Rocky Gerung Sebut Kinerja Prabowo Memulihkan Citra Indonesia di Forum Global
Whoosh Bukan Jawaban! Rocky Gerung Tegas Kritik Kereta Cepat, Nilai Tak Sesuai Kebutuhan Publik