REDAKSI88.com - Pengamat politik, Ray Rangkuti, melontarkan kritikan dan mempertanyakan langkah Kapolri membentuk komisi reformasi Polri secara internal.
Ray menyebut bahwa pembentukan tersebut seolah-olah ingin menghalangi tim Komisi Reformasi Percepatan Polri yang dibentuk langsung oleh Presiden.
“Ketika Kapolri membentuk tim percepatan reformasi internal itu, saya merasa bahwa itu namanya upaya untuk menghalang-halangi dibentuknya tim reformasi dari Presiden,” ujar Ray Rangkuti, dikutip dalam tayangan podcast yang diunggah di kanal YouTube Politika ID pada Sabtu, 29 November 2025.
Ray kemudian menyinggung tentang waktu pembentukan tim reformasi Polri internal oleh Jenderal Listyo Sigit yang dilakukan menjelang akhir masa kepemimpinannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).
Baca Juga: Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Bebas, Mengaku Rekening Masih Diblokir
“Kalau Pak Kapolri selama 4 tahun bahkan mendekati 5 tahun jadi Kapolri, kok baru sekarang bicara soal percepatan reformasi? Kan enggak masuk akal,” ucapnya.
“Sudah hampir 5 tahun menjabat, baru di ujungnya bicara tentang reformasi, selama 4 tahun ini apa yang dilakukan?” tambahnya.
Oleh karena itu, ia menilai bahwa pembentukan tim reformasi internal adalah suatu hal yang tidak diperlukan.
Meskipun tim tersebut telah dibentuk, Ray menegaskan bahwa ia tidak yakin reformasi Polri dapat dilakukan oleh pihak internalnya sendiri.
“Kalau mereka bisa mereformasi, kan enggak begini ujungnya. Mereka tidak sampai di level 2 atau 3 sebagai lembaga yang tidak dipercaya,” jelasnya.
Menurutnya, Polri sudah diberi kesempatan untuk menjadi lembaga yang lebih baik sejak era Reformasi 1998. Ia bahkan menyinggung persepsi negatif yang sudah mengakar di masyarakat.
“Masyarakat sudah tahu gimana polisi kita, kalau bisa dipersulit, kamu kehilangan ayam, lapor, malah kehilangan kambing. Itu istilah sudah jamak kita dengar, bukan setahun atau dua tahun, tapi puluhan tahun,” paparnya.
Ray Rangkuti menduga, alasan utama pembentukan tim reformasi internal Polri adalah karena adanya keinginan untuk menyelamatkan wajah kepemimpinan Listyo Sigit.
Artikel Terkait
Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan: Target Ambisius 300 Ribu Jembatan di Seluruh Indonesia
Kembalinya Wibawa Negara: Rocky Gerung Sebut Kinerja Prabowo Memulihkan Citra Indonesia di Forum Global
Whoosh Bukan Jawaban! Rocky Gerung Tegas Kritik Kereta Cepat, Nilai Tak Sesuai Kebutuhan Publik
Tragedi Banjir dan Longsor Sumatera: Korban Tewas Tembus 116 Jiwa, Tapanuli Tengah Dinyatakan Daerah Paling Parah
Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Bebas, Mengaku Rekening Masih Diblokir