REDAKSI88.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan seluruh warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh untuk mulai waspada dengan penyakit yang mungkin akan muncul pascabencana.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan di lokasi bencana saat ini sudah terkendali dengan baik.
Ia menyebutkan bahwa tim dari Kemenkes telah bergerak menuju lokasi bencana sejak malam kejadian untuk segera merespons situasi kedaruratan.
“Sejak kejadian, malamnya sudah berangkat, tim kami sudah berangkat,” ujar Benjamin kepada awak media di Kompleks Kepatihan, DIY, pada Sabtu, 29 November 2025.
Lebih lanjut, ia menjelaskan fokus penanganan awal. “Begitu terjadi banjir besar, maka pertama kali yang ditolong kan nyawa sama memberikan perlindungan dan makanan,” imbuhnya.
Pendirian Posko Layanan dan RS Darurat
Tim Kemenkes tersebut, kata Benjamin, langsung bertugas untuk mendirikan posko layanan kesehatan serta Rumah Sakit (RS) Darurat bagi para korban atau warga yang terdampak oleh banjir dan longsor.
“Sudah, otomatis (RS darurat), tempat posko-posko sudah dibuat. Jadi, sekarang yang penting nyawa dulu diselamatkan,” katanya memastikan kesiapan infrastruktur kesehatan.
Setelah fase penyelamatan, Kemenkes selanjutnya akan memfokuskan perhatian pada pelayanan kesehatan untuk warga terdampak banjir dan longsor di ketiga provinsi tersebut.
“Setelah nyawa diselamatkan, mencari korban, baru biasanya, setelah ini kan sekarang sarana prasarana hancur, maka kita akan lakukan sesuai dengan bidangnya,” jelas Benjamin.
“Kami kesehatan, ya pasti fokus untuk bagaimana pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya,” tambahnya.
Sementara itu, Wamenkes menilai bahwa tambahan tenaga medis dari luar daerah belum terlalu dibutuhkan karena jumlah tenaga medis di daerah bencana masih memadai.
“Kita sudah ada laporannya dokternya aman, jumlah perawat aman, kita nggak ada masalah di sana untuk jumlah tenaga medis nggak usah kirim dari Jawa, mereka masih cukup,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Whoosh Bukan Jawaban! Rocky Gerung Tegas Kritik Kereta Cepat, Nilai Tak Sesuai Kebutuhan Publik
Tragedi Banjir dan Longsor Sumatera: Korban Tewas Tembus 116 Jiwa, Tapanuli Tengah Dinyatakan Daerah Paling Parah
Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Bebas, Mengaku Rekening Masih Diblokir
Tim Reformasi Internal Polri Dicap Janggal, Pengamat Curiga Upaya Menghalangi Komisi Independen Bentukan Prabowo
Alhamdulillah! TNI Kirim Bantuan Paling Penting ke Aceh dan Sumut: Ada Sinyal Darurat dan Ribuan Paket Makanan