Posko dan RS Darurat Sudah Tersedia, Kemenkes Ingatkan Munculnya Penyakit Pascabanjir Sumatera

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 30 November 2025 | 13:00 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus sebut fasilitas kesehatan di lokasi banjir Sumatera aman.  (Instagram/drbenny.octavianus)
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus sebut fasilitas kesehatan di lokasi banjir Sumatera aman. (Instagram/drbenny.octavianus)

REDAKSI88.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan seluruh warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh untuk mulai waspada dengan penyakit yang mungkin akan muncul pascabencana.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan di lokasi bencana saat ini sudah terkendali dengan baik.

Ia menyebutkan bahwa tim dari Kemenkes telah bergerak menuju lokasi bencana sejak malam kejadian untuk segera merespons situasi kedaruratan.

“Sejak kejadian, malamnya sudah berangkat, tim kami sudah berangkat,” ujar Benjamin kepada awak media di Kompleks Kepatihan, DIY, pada Sabtu, 29 November 2025.

Baca Juga: Alhamdulillah! TNI Kirim Bantuan Paling Penting ke Aceh dan Sumut: Ada Sinyal Darurat dan Ribuan Paket Makanan

Lebih lanjut, ia menjelaskan fokus penanganan awal. “Begitu terjadi banjir besar, maka pertama kali yang ditolong kan nyawa sama memberikan perlindungan dan makanan,” imbuhnya.

Pendirian Posko Layanan dan RS Darurat

Tim Kemenkes tersebut, kata Benjamin, langsung bertugas untuk mendirikan posko layanan kesehatan serta Rumah Sakit (RS) Darurat bagi para korban atau warga yang terdampak oleh banjir dan longsor.

“Sudah, otomatis (RS darurat), tempat posko-posko sudah dibuat. Jadi, sekarang yang penting nyawa dulu diselamatkan,” katanya memastikan kesiapan infrastruktur kesehatan.

Setelah fase penyelamatan, Kemenkes selanjutnya akan memfokuskan perhatian pada pelayanan kesehatan untuk warga terdampak banjir dan longsor di ketiga provinsi tersebut.

“Setelah nyawa diselamatkan, mencari korban, baru biasanya, setelah ini kan sekarang sarana prasarana hancur, maka kita akan lakukan sesuai dengan bidangnya,” jelas Benjamin.

Baca Juga: Tim Reformasi Internal Polri Dicap Janggal, Pengamat Curiga Upaya Menghalangi Komisi Independen Bentukan Prabowo

“Kami kesehatan, ya pasti fokus untuk bagaimana pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sementara itu, Wamenkes menilai bahwa tambahan tenaga medis dari luar daerah belum terlalu dibutuhkan karena jumlah tenaga medis di daerah bencana masih memadai.

“Kita sudah ada laporannya dokternya aman, jumlah perawat aman, kita nggak ada masalah di sana untuk jumlah tenaga medis nggak usah kirim dari Jawa, mereka masih cukup,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X