REDAKSI88.com - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, kini telah menghirup udara bebas setelah ia keluar dari penjara menyusul kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.
Setelah mendekam di tahanan selama hampir 10 bulan, Ira memperoleh rehabilitasi dari Presiden Prabowo. Usai dibebaskan, Ira membagikan cerita perjalanan spiritual-nya, baik selama masa penahanan maupun di awal kebebasannya.
“Sampai hari ini saya masih merasa tidak percaya. Saya tadi jalan-jalan di Lapangan Banteng seperti biasanya, kemudian ada musik yang berdentum untuk senam zumba, biasanya saya terganggu tapi hari ini saya merasa musik seperti itu indah sekali,” ujar Ira kepada awak media di Bekasi pada Sabtu, 29 November 2025.
Ia kemudian merefleksikan pengalamannya, “Ternyata selama ini, saya, kurang bersyukur barangkali, yang kita anggap biasa hari ini, syukurilah,” imbuhnya.
Baca Juga: Posko dan RS Darurat Sudah Tersedia, Kemenkes Ingatkan Munculnya Penyakit Pascabanjir Sumatera
Sempat Mempertanyakan Takdir
Ira mengaku bahwa selama menjalani proses hukum, ia sempat mempertanyakan takdir yang harus dihadapinya sebagai seorang manusia.
“Buat saya ada momen di mana saya kira mohon dimaafkan sebagai manusia, saya questioning ke Allah, ‘kenapa ya saya diginiin banget?’,” ujarnya.
Dirinya merasa telah difitnah, tetapi setelah membaca sebuah buku, ia kemudian mendapatkan perspektif baru mengenai musibah tersebut.
“Fitnah itu akar katanya fatana, kebetulan buku yang saya baca berbahasa Inggris, ‘to burn gold to purify’ sehingga dikeluarkan dari elemen-elemen yang bukan emas,” ucapnya. “Jadi, saya memahami Allah mungkin sedang membakar saya dengan pain ini, saya mudah-mudahan menjadi emas yang lebih murni,” tambahnya.
Baca Juga: Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Bebas, Mengaku Rekening Masih Diblokir
Titik Balik Spiritual di Ruang Isolasi
Ira juga menceritakan momen di awal penahanannya, ketika ia menempati ruang isolasi dan tidak bisa melakukan banyak hal.
“Kalau seperti ini, kita mau kemana? Kalau dalam kamar isolasi gelap, ngga ada jendela. Kurang lebih ukurannya 3x3, sendirian selama 3 hari, tidak ada teman, mau kemana lagi? Cuma ngobrolnya sama teman,” kata Ira.
Saat merasa seperti ditinggalkan Tuhan, ia menemukan turning point melalui sebuah surat dalam Al-Qur'an. “Kemudian ada saya baca satu surat, kebetulan saya merasa kok saya kayak ditinggalkan sih sama Tuhan? Ternyata saya yang mengena di hati saya adalah surat Ad-Duha,” lanjutnya.
Ira menceritakan bahwa arti dari surat tersebut mengingatkan dirinya akan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga saat ini. “Kurang lebih artinya ‘Aku tidak melupakanmu dan Aku tidak membencimu. Bukankah kamu dulu yatim dan Aku beri kamu rumah?’,” tuturnya.
Artikel Terkait
Tragedi Banjir dan Longsor Sumatera: Korban Tewas Tembus 116 Jiwa, Tapanuli Tengah Dinyatakan Daerah Paling Parah
Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Bebas, Mengaku Rekening Masih Diblokir
Tim Reformasi Internal Polri Dicap Janggal, Pengamat Curiga Upaya Menghalangi Komisi Independen Bentukan Prabowo
Alhamdulillah! TNI Kirim Bantuan Paling Penting ke Aceh dan Sumut: Ada Sinyal Darurat dan Ribuan Paket Makanan
Posko dan RS Darurat Sudah Tersedia, Kemenkes Ingatkan Munculnya Penyakit Pascabanjir Sumatera