Redaksi88.com- Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menegaskan siapapun yang terpilih sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang baru akan menghadapi tantangan berat di tengah dinamika perubahan nomenklatur menjadi Badan Super Holding BUMN.
Hal ini disampaikan dalam diskusi bertajuk "Daulat Bicara: Siapa Menteri BUMN Pilihan Prabowo," yang digelar di Jakarta pada Jumat, 11 Oktober 2024.
Baca Juga: Harris Turino: Menteri BUMN Pilihan Prabowo Sudah di Kantong, Tapi Masih Bimbang?
Harris menyatakan, jabatan Menteri BUMN mendatang memiliki beban pekerjaan rumah (PR) yang tidak ringan, terutama terkait dengan penyelesaian masalah hutang pada beberapa BUMN Karya.
"Kita tahu ternyata BUMN itu banyak yang hutangnya segunung, contohnya BUMN Karya," ujar Harris. Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut memerlukan pemimpin yang tangguh dan kompeten.
Baca Juga: Davina Karamoy Mengungkapkan 5 Hal Tentang Perjalanannya Menjadi Mualaf
Diskusi yang juga dihadiri oleh Pengamat Kebijakan Publik dari IDP-LP, Riko Noviantoro, membahas sejumlah tantangan lain yang akan dihadapi Menteri BUMN ke depan.
Harris menambahkan, kriteria utama yang harus dimiliki oleh calon Menteri BUMN, serta jajaran direksi dan komisaris BUMN, bukan hanya soal latar belakang, tetapi lebih pada kompetensi dan tanggung jawab.
Baca Juga: Raline Shah Diterpa Isu Pernikahan Hingga Perceraian, Begini Kabar Terbarunya
"Komisaris atau Dirut BUMN, entah itu anak kiai, relawan, atau siapapun, yang terpenting adalah mereka berkompeten dan bertanggung jawab," tegasnya.
Harris berharap bahwa figur yang terpilih mampu membawa perbaikan signifikan bagi BUMN di tengah berbagai tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Baca Juga: Penyegelan Tiga Tempat Hiburan di Bandar Lampung, Pelanggaran Izin Usaha Terbongkar
Dengan demikian, posisi strategis Menteri BUMN di bawah kepemimpinan baru ini harus diisi oleh sosok yang siap menavigasi berbagai tantangan, termasuk masalah hutang, tata kelola, serta restrukturisasi di tubuh BUMN.***