nasional

Asmujiono: Kisah Prajurit yang Diterima Prabowo Meski Gagal Uji Tinggi Badan, Kini Sujud Syukur Melihat Mantan Atasannya Dilantik sebagai Presiden

Kamis, 24 Oktober 2024 | 22:07 WIB
Asmujiono mantan anggota Kopassus. (Foto/Istimewa)

Asmujiono tak hanya berhutang karier militer kepada Prabowo, tetapi juga kesejahteraan keluarganya. Setelah memutuskan mundur dari TNI pada tahun 2011, Prabowo memberikan insentif bulanan sebesar Rp 5 juta kepada Asmujiono, khusus untuk kebutuhan gizi anak-anaknya.

"Bapak Prabowo bilang insentif itu untuk biaya membeli susu untuk anak saya. Karena saya pendek, istri saya juga pendek, supaya anak saya tidak pendek harus diberi susu terus," ungkap Asmujiono sambil tersenyum.

Berkat asupan susu dan makanan bergizi yang didanai insentif itu, anak-anak Asmujiono tumbuh dengan baik.

Bahkan, anak sulungnya berhasil masuk Akademi Militer di Magelang, mencapai tinggi badan 185 cm. "Ini bukti bahwa perhatian Pak Prabowo bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk keluarga saya," tambahnya.

Baca Juga: Pengamat: Pengarahan Prabowo di Rapat Kabinet Perdana Tegas dan Tepat Sasaran

Prabowo: Sosok Tegas dengan Hati Emas

Di mata Asmujiono, Prabowo bukan hanya komandan tegas. “Di balik ketegasannya, beliau sangat cerdas, loyal, dan nasionalis,” puji Asmujiono. Menurutnya, kabinet ‘Merah Putih’ yang dibentuk Prabowo mencerminkan jiwa patriotik yang telah dikenalnya sejak dulu. "Saya pastikan, jika ada menteri yang tidak sesuai dengan visi bangsa, Pak Prabowo akan bersikap tegas," katanya menekankan komitmen pemimpin yang pernah dia saksikan di medan operasi.

Puncak Everest: Prestasi yang Tak Terlupakan

Salah satu kenangan tak terlupakan antara Asmujiono dan Prabowo adalah ketika pada tahun 1996, Prabowo mengorganisir Ekspedisi Merah Putih untuk menaklukkan Gunung Everest.

Dari sekian banyak prajurit yang terlibat dalam ekspedisi itu, Asmujiono, yang sempat diragukan masuk Kopassus karena tinggi badan, menjadi orang pertama Indonesia yang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak gunung tertinggi dunia.

Prabowo tak bisa melupakan prestasi tersebut. Dalam sebuah orasi ilmiah di Universitas Pancasila pada 2022, ia mengungkapkan, "Namanya Asmujiono, hampir enggak masuk Kopassus karena tinggi badannya kurang. Tapi dia membuktikan bahwa dengan tekad dan kekuatan, kita bisa mengimbangi negara lain."***

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB