Redaksi88.com- PT Sri Rejeki Isman Tbk, atau Sritex, didirikan pada tahun 1966 oleh H.M. Lukminto dan berkembang menjadi salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara.
Dengan keahlian dalam memproduksi tekstil berkualitas tinggi, Sritex berhasil menembus pasar internasional, melayani lebih dari 100 negara.
Produk unggulannya, termasuk pakaian sehari-hari, seragam militer, dan rompi antipeluru, memperkuat reputasi Sritex sebagai pemain global yang disegani.
Pada puncak kejayaannya, Sritex memperoleh kontrak besar dari NATO dan militer Jerman, yang menjadikan mereka pemimpin di sektor tekstil militer global.
Baca Juga: Pengamat: Pengarahan Prabowo di Rapat Kabinet Perdana Tegas dan Tepat Sasaran
Dengan kapasitas produksi yang terus berkembang, perusahaan ini mampu memperbesar skala produksinya meski menghadapi krisis, seperti pada krisis moneter 1998 di mana mereka berhasil memperluas operasional hingga delapan kali lipat pada tahun 2001.
Kemampuan Sritex untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi global menjadi simbol ketahanan manajemen yang diakui luas.
Lantas, bagaimana nasib raksasa tekstil Dunia kebanggaan Nasional ini diambang kejatuhan? Seperti dikutip berbagai sumber berikut beberapa faktor dampak diambang kejatuhan Sritex.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan: Kesulitan Harus Segera Diatasi
Meski prestasinya mengesankan, Sritex tidak lepas dari kontroversi terkait manajemen keuangan yang buruk dan beban utang yang terus membesar.
Pada puncaknya, utang perusahaan mencapai Rp24,3 triliun, sementara nilai aset hanya sekitar Rp10,3 triliun, menciptakan ketidakseimbangan finansial yang akut.
Masalah ini diperburuk oleh dampak pandemi COVID-19 yang mengganggu rantai pasok global dan menurunkan permintaan tekstil.
Krisis tersebut menghantam industri manufaktur global, termasuk Sritex, yang harus menghadapi perlambatan produksi dan penurunan penjualan yang signifikan.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan ke Para Menteri: Copot Pejabat yang Tak Kerja Keras daripada Bikin Susah
Artikel Terkait
Tetap Tegar di Tengah Masa Sulit: Pelajaran Hidup dan Motivasi untuk Bertahan
Zita Anjani: Sosok Pemimpin Muda di Pemerintahan Prabowo, Antara Prestasi dan Ujian Kontroversi
Pengamat: Pengarahan Prabowo di Rapat Kabinet Perdana Tegas dan Tepat Sasaran
Lacrimal Punctum: Saluran Air Mata dan Fungsinya dalam Kesehatan Mata
Simak! Bahaya Menghina Teman dengan Sebutan Binatang dalam Islam
Pentingnya Waspada terhadap Cacar Monyet: Risiko bagi Penderita Diabetes dan Cara Pencegahannya