Bahkan, jumlahnya mendekati angka 300 orang. Menurut Imam, para pelukis di Banyuwangi cerdas, dengan selalu mengkolaborasikan bakat yang dimiliki dengan teknologi yang ada.
Sehingga, eksistensinya masih tetap kokoh di zaman serba modern ini. Terlebih, Pemkab selaku pemangku kebijakan juga mendukung.
“Pemkab peduli kepada para seniman. Memfasilitasi kita dengan berbagai event dan program yang menjadikan Banyuwangi sebagai kota wisata.
Selain itu media juga berperan penting untuk menjadi sarana menyiarkan karya kami. Oleh karena itu, dibuatlah lokus baru, yakni Hari Seni Rupa Banyuwangi yang saat ini adalah tahun ketiga,” pungkasnya.***