REDAKSI88.com - Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pesan tegas kepada pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029.
Dalam arahan yang disampaikan usai pelantikan di Istana Negara, Prabowo menekankan pentingnya pemberantasan korupsi demi menjaga keuangan negara dan kepercayaan publik.
“Beliau sudah dengan tegas menyampaikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan APBN, pemborosan, korupsi harus diberantas dengan tegas. Itu menurut saya sudah merupakan suatu arahan kepada kami semuanya,” ungkap Ketua KPK Setyo Budiyanto di Jakarta, Senin (16/12).
Setyo menegaskan, KPK siap menjalankan arahan Presiden dan berkomitmen mengawal program pemerintah agar berjalan sesuai aturan.
“Kami pedomani itu, bagaimana caranya supaya kami bisa ikut mendukung program dari Bapak Presiden untuk menjaga supaya pemerintahan ini tidak banyak melakukan pemborosan, APBN bisa terjaga dengan baik, dan pengadaan barang dan jasa betul-betul sesuai ketentuan,” jelasnya.
Baca Juga: Waspada! Ini Ciri-Ciri Orang Berbahaya Dalam Pergaulan Menurut Psikologi
Peringatan Prabowo kepada Semua Pihak
Sejak menjabat sebagai Presiden, Prabowo terus mengingatkan seluruh pihak untuk menjauhi korupsi. Dalam acara HUT Ke-60 Partai Golkar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Kamis (12/12), Prabowo menekankan pentingnya loyalitas yang benar dan tidak membela yang salah.
“Jangan ada loyalitas jiwa korps yang keliru, kita melindungi anggota kita padahal dia salah,” tegas Prabowo.
Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo juga memberi peringatan keras kepada kadernya yang menduduki jabatan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan melindungi siapa pun yang terlibat korupsi.
“Saya juga selalu sampaikan di kalangan partai saya, Gerindra, jangan karena kau merasa Gerindra kau berbuat menyimpang seenaknya, kau berharap Gerindra akan melindungi kau, tidak,” katanya.
Ia bahkan menyatakan akan menjadi pihak pertama yang menindak kadernya jika terbukti mengkhianati rakyat. “ Ini semua saya sampaikan kepada yang menang-menang, gubernur, wali kota, bupati, kalau kau mengkhianati rakyat, maaf, saya yang akan pertama menindak saudara-saudara sekalian,” ucapnya dengan tegas.***