Peringati Hari Jadi Seni Rupa, Seniman Banyuwangi Gelar Jagong Budaya, Wayangan Dalangnya Presiden Jancukers

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 16 Desember 2024 | 16:19 WIB
Peringati Hari Jadi Seni Rupa, Seniman Banyuwangi Gelar Jagong Budaya, Wayangan Dalangnya Presiden Jancukers.  (Foto/Istimewa)
Peringati Hari Jadi Seni Rupa, Seniman Banyuwangi Gelar Jagong Budaya, Wayangan Dalangnya Presiden Jancukers. (Foto/Istimewa)

REDAKSI88.com - Memperingati Hari Jadi Seni Rupa yang jatuh pada tanggal 10 Desember, seniman Banyuwangi menggelar berbagai kegiatan. 

Di antaranya talk show bertajuk “Jagong Budaya: Seni Banyuwangi, Hidup dan Menghidupi”. Dialog seni ini ditempatkan di padepokan Langgar Art, Dusun Temurejo, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Minggu (15/12/2024).

Dipandu pembawa acara Suko Widodo dan Rina Fahlevi, talkshow menghadirkan lima narasumber yang tidak main-main. 

Baca Juga: Waspada! Ini Ciri-Ciri Orang Berbahaya Dalam Pergaulan Menurut Psikologi

Dari unsur pemerintah, ada Bupati Ipuk Fiestiandani dan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI Dwi Marhen Yono. 

Sedangkan dari unsur seniman, ada Ketua Majelis Kehormatan Dewan Kesenian Blambangan Samsudin Adlawi, budayawan kondang Sujiwo Tejo, dan owner Langgar Art Banyuwangi Imam Maskun. 

Usai talkshow, malam harinya digelar wayang kulit dengan dalang Sujiwo Tejo. Tumbuh suburnya ragam seni budaya seolah menjadi menjadi DNA bagi masyarakat Banyuwangi. 

Diperlukan berbagai upaya dukungan agar DNA seni yang ada dapat hidup di Banyuwangi, juga menghidupi Banyuwangi. 

Salah satu cara yang ditengarai dapat semakin menyuburkan DNA kesenian di Banyuwangi adalah pengembangan seni melalui institusi pendidikan.

Baca Juga: KPK Telusuri Harta Dedy Mandarsyah Buntut Di Balik Kasus Penganiayaan Mahasiswa Koas, Berikut Rinciannya!

Selain diskusi, acara ini juga dirangkai dengan peringatan tahun ketiga Hari Seni Rupa Banyuwangi yang jatuh setiap 10 Desember. 

Beberapa pertunjukan kesenian juga dihadirkan, mulai barong Oseng sampai mocoan lontar Yusup. Juga ada pemotongan tumpeng yang disambut penampilan kejutan dari maestro gandrung Temu Misti untuk menutup acara.

Bupati Ipuk menuturkan, seni di Banyuwangi sudah seperti DNA di dalam tubuh manusia. Hal tersebut karena Banyuwangi memiliki jenis kesenian yang beragam dan semuanya bisa “hidup”. 

Oleh karena itu, pihaknya sebagai pemangku kebijakan di Kabupaten Banyuwangi merasa perlu terus memfasilitasi pengembangan seni di Banyuwangi. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X