nasional

Pemerintah Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Mulai 6 Januari 2025, Celios Peringatkan Risiko Korupsi

Minggu, 5 Januari 2025 | 12:17 WIB
Foto Ilustrasi- Pemerintah Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Mulai 6 Januari 2025, Celios Peringatkan Risiko Korupsi. (Freepik/rawpixel.com)

REDAKSI88.com - Pemerintah akan meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serentak pada 6 Januari 2025, sebagai bagian dari Asta Cita, delapan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa program ini telah melewati masa uji coba pada akhir 2024 dan kini siap diimplementasikan di seluruh provinsi Indonesia. 

Baca Juga: Prabowo Subianto Masuk Daftar 10 Pemimpin Dunia Paling Berpengaruh 2025

“Proses persiapan sedang berlangsung. Kami berharap semuanya berjalan lancar pada 6 Januari,” ujar Dadan pada Jumat (3/1/2025).

Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

Program MBG bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis. Tahap awal program menargetkan tiga juta penerima manfaat, meliputi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Namun, di tengah antusiasme peluncuran MBG, Center of Economic and Law Studies (Celios) memperingatkan potensi risiko korupsi yang dapat mengintai.

Baca Juga: HMPV Merebak di China, Akankah Virus Ini Menjadi Ancaman Global seperti COVID-19?

Peringatan Celios: Risiko Korupsi dan Inefisiensi

Menurut riset Celios, model sentralistik yang diusulkan pemerintah membuka peluang bagi inefisiensi dan mark-up anggaran, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp8,52 triliun dari total anggaran Rp71 triliun per tahun.

Ekonom Celios, Media Askar, menyebut skema sentralistik ini melibatkan banyak instansi, seperti TNI, Bulog, dan sejumlah BUMN, sehingga memperpanjang rantai birokrasi dan meningkatkan peluang korupsi.

Baca Juga: Sorotan Internasional, Pelecehan Turis dan Praktik Prostitusi di Bali, Ada Apa dengan Pariwisata Kita?

"Jika skema sentralistik diterapkan, aliran dana akan lebih banyak dinikmati aktor tertentu, menciptakan risiko kerugian signifikan,” katanya dalam rilis daring pada Kamis (2/1/2024).

Celios merekomendasikan pemerintah untuk menggunakan model desentralistik yang menyalurkan langsung bantuan ke institusi lokal seperti sekolah-sekolah.

Model ini dinilai lebih efektif karena memperpendek rantai pasok, mengurangi aktor yang terlibat, dan meningkatkan efisiensi.

Persiapan BGN: 937 Dapur Umum

Pada tahap awal, BGN telah menyiapkan 937 dapur umum di berbagai daerah, termasuk di luar Pulau Jawa, yang ditargetkan memproduksi 3.000 hingga 3.500 paket makanan bergizi per hari.

Halaman:

Tags

Terkini