Selain itu, pemerintah akan mengundang pihak terkait untuk mengevaluasi kecelakaan di GT Ciawi guna mencegah kejadian serupa.
"Kadang sudah hati-hati, tetapi karena kelalaian orang lain, pengendara lain menjadi korban, kehilangan nyawa dan keluarganya," katanya.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Eko Prasetyo, menyebut kecelakaan di GT Ciawi diduga terjadi akibat truk tangki air mengalami rem blong.
Baca Juga: Prabowo dan Jusuf Kalla Santap Siang, Bahas Gabah hingga Stok Pangan Jelang Ramadan
"Truk kehilangan kendali saat akan memasuki gerbang tol. Rem blong, akhirnya menabrak kendaraan yang sedang antre masuk," ungkapnya.
Menurut keterangan polisi, kecelakaan ini melibatkan enam kendaraan, menyebabkan delapan orang meninggal dan sebelas lainnya mengalami luka-luka.
Kanit Laka Polresta Bogor Kota, AKP Santi Marintan, mengungkapkan bahwa dua korban tewas telah berhasil diidentifikasi polisi.
"Saat ini ada delapan korban tewas, dua sudah diidentifikasi. Luka berat tiga orang, luka sedang tujuh orang," jelasnya.
Dua korban tewas yang telah teridentifikasi masing-masing berasal dari Bogor dan Sukabumi, salah satunya penumpang kendaraan Xenia.
"Salah satu korban dari Bogor, satu lagi dari Sukabumi, berada di dalam kendaraan Xenia yang terlibat kecelakaan," imbuhnya.
Santi menambahkan bahwa tiga kendaraan ditemukan dalam kondisi terbakar, yakni truk tronton, Daihatsu Sigra, dan Daihatsu Xenia.
"Tiga kendaraan terbakar di lokasi. Diduga beberapa korban tewas terperangkap dalam kendaraan yang hangus terbakar," pungkasnya.***