nasional

Dear Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Ibu-Ibu di Banten hingga Jateng Kehilangan Nyawa demi Antre Gas Melon

Kamis, 6 Februari 2025 | 23:16 WIB
Potret video amatir terkait warga Pamulang, Banten (kiri) dan warga Demak, Jawa Tengah (kanan) yang viral usai dikabarkan meninggal dunia akibat antre gas melon. (X.com / @Aira922 - @Jumianto_RK)

REDAKSI88.com, JAKARTA – Kebijakan pembelian Elpiji 3 kg (Gas Melon) yang hanya diperbolehkan melalui pangkalan resmi Pertamina sejak 1 Februari 2025 telah menimbulkan polemik di berbagai daerah.

Meski bertujuan memastikan subsidi tepat sasaran, kebijakan ini justru memicu kelangkaan di banyak wilayah, menyebabkan antrean panjang yang bahkan berujung pada tragedi.

Sejumlah kasus memilukan terjadi, dari kelelahan hingga kecelakaan yang merenggut nyawa warga yang berjuang mendapatkan Gas Melon.

Baca Juga: Ancaman OPM Terhadap Sekolah Pelaksana MBG di Papua, Menhan: Ini Soal Kemanusiaan, Bukan Politik

Penjual Nasi Uduk di Pamulang Meninggal Usai Antre Gas Melon

Pada 3 Februari 2025, Yonih (62), seorang penjual nasi uduk di Pamulang, Banten, ditemukan meninggal dunia setelah antre panjang demi mendapatkan Gas Melon.

Yonih dikabarkan kelelahan sepulang dari pangkalan resmi di Jalan Beringin, Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan. Kematian Yonih menjadi simbol dampak nyata dari kebijakan yang dianggap menyulitkan rakyat kecil.

IRT di Grobogan Tewas Terseret Truk Saat Mencari Gas Melon

Sehari setelahnya, pada 4 Februari 2025, Tri Lestari (48), seorang ibu rumah tangga dari Demak, Jawa Tengah, tewas dalam kecelakaan tragis di Jalan Semarang-Grobogan.

Saat mencari Gas Melon, motor yang dikendarainya terjatuh dan ia terseret truk hingga meninggal dunia. Tragedi ini semakin menegaskan betapa mendesaknya persoalan distribusi Elpiji 3 kg bagi masyarakat kecil.

Baca Juga: Geliat Relokasi Gaza Tuai Kontroversi: China, Yordania, dan Indonesia Tolak Gagasan Trump-Netanyahu

Menteri ESDM: "Kelangkaan Gas Melon Itu Sebenarnya Tidak Ada"

Di tengah gejolak di masyarakat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada kelangkaan Gas Melon.

"Kelangkaan daripada LPG itu sebenarnya nggak ada. Kenapa? Karena semua kebutuhan dari tahun 2024 ke 2025 volumenya sama, dan kami siapkan sekarang," ujar Bahlil di Bogor pada 2 Februari 2025.

Ia juga menyebut pemerintah tengah mengkaji perubahan status pengecer menjadi pangkalan resmi agar harga tetap stabil.

Prabowo Turun Tangan, Pengecer Gas Melon Kembali Diizinkan Berjualan

Melihat dampak kebijakan ini, Presiden Prabowo Subianto akhirnya turun tangan. Setelah berkoordinasi dengan DPR, ia memerintahkan Menteri Bahlil untuk mengaktifkan kembali pengecer Gas Melon.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa Prabowo mengizinkan pengecer berjualan kembali mulai 4 Februari 2025.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB