80 Ribu Koperasi Desa dan Cold Storage! Strategi Revolusioner Prabowo untuk Petani Maju

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Senin, 7 April 2025 | 20:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin panen raya serentak di Majalengka, Jawa Barat. (Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin panen raya serentak di Majalengka, Jawa Barat. (Istimewa)

REDAKSI88.com - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan program strategis pembentukan 80 ribu koperasi desa dilengkapi cold storage dan gudang penyimpanan hasil panen, dalam rangka memutus mata rantai tengkulak dan stabilisasi harga pangan.

Kebijakan ini diresmikan saat memimpin panen raya serentak di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4), yang melibatkan 14 provinsi se-Indonesia.

Rincian program koperasi desa seperti pembangunan infrastruktur, setiap desa akan memiliki koperasi terintegrasi dalam jaringan nasional.

Dilengkapi gudang dan cold storage untuk menyimpan hasil panen dan bantuan kredit untuk pengadaan 2 truk per desa guna distribusi langsung ke pasar.

Baca Juga: Panen Raya Jadi Momentum, Prabowo Beberkan Langkah Konkret Turunkan Harga Pangan Nasional

Reformasi distribusi pupuk dan hasil tani, pupuk akan disalurkan langsung ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan penghapusan sistem perantara yang kerap merugikan petani.

"Tidak boleh lagi ada tengkulak yang memakan margin petani," tegas Prabowo.

Pemerintah menargetkan stabilisasi harga komoditas, termasuk beras petani di kisaran Rp40.000–Rp50.000/kg.

Mengacu pada pengalamannya sebagai Ketum HKTI, Presiden menekankan pentingnya kesejahteraan petani seperti rumah layak huni.

Baca Juga: Dari Mantan Prajurit ke Presiden, Prabowo Berbagi Kisah Haru: Petani yang Selamatkan Kami di Masa Sulit

Selain itu, akses pendidikan/kesehatan di pedesaan dan pendapatan yang adil dengan sistem distribusi berbasis koperasi.

"Petani Indonesia harus sejahtera seperti di negara maju," ujarnya.

Prabowo menyoroti kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat yang telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan irigasi dan sekolah.

Ia juga menggarisbawahi pemanfaatan teknologi untuk transparansi seperti pelaporan digital jika terjadi penyimpangan pupuk atau korupsi, serta pengawasan real-time distribusi pangan melalui sistem terpadu.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X