Kisah Peternak Sapi Perah Turut Berkontribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis: Perasaannya Senang Bisa Ikut Serta

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 19 April 2025 | 12:47 WIB
Susu Segar Peternak Sapi Perah Nusa Dairy Indonesia di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Susu Segar Peternak Sapi Perah Nusa Dairy Indonesia di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Redaksi88.com, Sumedang - Sandi Andriana, peternak sapi perah di Jatinangor, mengaku bangga bisa berkontribusi dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk anak-anak Indonesia. 

Ia senang karena susu yang dihasilkan dari peternakannya kini terserap dalam program tersebut.

Sandi sudah akrab dengan dunia peternakan sejak kecil. Ia mulai terlibat dalam kegiatan beternak sapi sejak duduk di bangku kelas 4 SD. 

Baca Juga: Usai Video Saweran Viral, Nathalie Holscher Dimintai Anggota DPR Bikin Konten Promosi Sidrap: Dengan Senang Hati Siap tapi Masalah Ini Berbeda

Latar belakang keluarganya sebagai peternak sapi perah juga membuatnya memilih melanjutkan pendidikan di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, dan lulus pada tahun 2011.

"Perasaannya sih senang bisa ikut serta, salah satunya mencerdaskan anak-anak terutama ini program pemberian susunya, gitu salah satunya ya senang," kata Sandi kepada wartawan di peternakan tempatnya bekerja, Nusa Dairy Indonesia di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (18/8).

Menurut Sandi, sejak program MBG berjalan di wilayahnya, peternak lokal semakin terbantu karena produksi susu mereka pasti terserap. 

Harga pembelian susu pun meningkat. Jika sebelumnya dihargai Rp7.000 per liter, kini mencapai Rp10.000 per liter.

Baca Juga: Mempererat Tali Kerja Sama, Komando Gelar Halalbihalal Bersama Kades Bengkulu Utara

"Otomatis kan ada nilai harga jual, nilai tambah lebih dari yang sebelum ini. Bangga jadi lulusan peternakan sih, walaupun banyak teman-teman lainnya memilih kerja kantoran," ujarnya.

Di peternakan tersebut, Sandi tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh dua peternak lainnya yang sebelumnya bekerja serabutan. Kini, mereka bisa mendapat penghasilan tetap.

"Di sini tenaga kerja salah satunya ada dua orang lagi. Mereka awalnya petani serabutan karena bekerja juga di sini dari pendapatannya sudah jelas. Kemungkinan kedepannya seiring sapi bertambah juga tenaga kerja kita nambah lagi," tuturnya.

Susu dari peternakan tempat Sandi bekerja disalurkan melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Cimahi dan Koperasi Jagri. 

Saat ini, SPPG Cimahi melayani sekitar 3.500 siswa sebagai penerima manfaat. Susu diberikan tiga kali dalam seminggu, dengan kebutuhan mencapai 370 liter per kali distribusi. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X