Konferensi PUIC ke-19: Prabowo dan Puan Hadir, Upaya Konsolidasi Kekuatan Islam untuk Perdamaian Timur Tengah

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Jumat, 16 Mei 2025 | 09:14 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam Konferensi PUIC, di Gedung DPR, Jakarta.  (Instagram.com/@presidenrepublikindonesia)
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam Konferensi PUIC, di Gedung DPR, Jakarta. (Instagram.com/@presidenrepublikindonesia)

REDAKSI88.com – Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota OKI menggelar konferensi ke-19 di Gedung DPR RI, Jakarta, pada 12-15 Mei 2025.

Acara ini menjadi momentum penting bagi negara-negara Muslim untuk memperkuat solidaritas, terutama dalam menanggapi konflik di Timur Tengah.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Puan Maharani hadir langsung dalam pembukaan konferensi pada 14 Mei 2025. Dalam pidatonya, Puan menegaskan bahwa negara-negara OKI harus menjadi kekuatan peradaban yang memelopori perdamaian dunia.

Baca Juga: Prabowo di Konferensi PUIC: Kita Butuh Wadah untuk Bela Kepentingan Umat Islam di Seluruh Penjuru Dunia

"Negara-negara OKI dapat menjadi kekuatan peradaban dengan berperan sebagai pelopor perdamaian dunia dan tata dunia yang lebih baik," tegas Puan.

Said Abdullah, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menyoroti ketidakadilan internasional dalam konflik Palestina-Israel. Ia mengecam aksi militer Israel yang dinilai melanggar hukum kemanusiaan, namun tidak mendapat sanksi memadai dari dunia internasional.

"Israel melakukan aksi-aksi di luar perikemanusiaan terhadap warga Palestina, namun tidak ada hukuman apapun terhadap mereka. Seharusnya kasus ini dibawa ke Mahkamah Internasional di Den Haag," tegas Said dalam pernyataannya, Kamis (15 Mei 2025).

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Abadi Indonesia untuk Palestina dan Serukan Aksi Nyata Negara-negara Islam di Forum PUIC

Ia berharap Konferensi PUIC dapat menghasilkan rekomendasi kuat untuk menuntut Israel di Mahkamah Internasional sekaligus mendorong persatuan negara-negara OKI menghentikan agresi militer terhadap Palestina.

"Melalui konferensi ini, yang dipimpin Mbak Puan, kita harap Indonesia bisa mendorong pemerintah negara-negara OKI bersatu menghentikan agresi Israel dan memulihkan perdamaian di Palestina," ujarnya.

Selain isu Palestina, Said juga menyoroti pentingnya peningkatan partisipasi perempuan di negara-negara Muslim. Ia memuji Indonesia sebagai contoh baik dalam hal ini, dengan kepemimpinan perempuan di parlemen dan kontribusinya di tingkat global.

Baca Juga: Dari Ketimpangan ke Keadilan! Prabowo Tegaskan Pentingnya Pemimpin Jujur dan Pemerintahan Transparan untuk Masa Depan Negara Islam

"Salah satu masalah di banyak negara Muslim adalah minimnya ruang partisipasi perempuan. Namun, Indonesia telah membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan di parlemen bisa memberikan dampak signifikan," ucap Said.

Ia menegaskan, konferensi PUIC harus menjadi ruang konsolidasi bagi negara-negara Muslim untuk memperkuat solidaritas dan memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X