Beda Gaya Dedi Mulyadi dan Pramono Anung Atasi Kenakalan Remaja: Panca Waluya vs Manggarai Bersholawat

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 21 Mei 2025 | 21:00 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri).  (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri). (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)

(NAMA MEDIA) – Isu kenakalan remaja kembali mencuat di tengah masyarakat, seiring maraknya aksi tawuran yang melibatkan pelajar.

Menyikapi persoalan ini, sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah konkret, termasuk di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Terkini, dua sosok pemimpin daerah pun mencuat ke permukaan, yakni Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta yang masing-masing memiliki pendekatan tersendiri untuk mengatasi persoalan tersebut.

Baca Juga: Beri Bonus Uang Rp25 Juta ke Para Siswa, Dedi Mulyadi Blak-blakan dari Hasil Bikin Konten

Lantas, bagaimana perbedaan gaya pendekatan Dedi Mulyadi dan Pramono Anung untuk mengatasi kenakalan remaja di daerah kekuasaannya? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Panca Waluya ala Dedi Mulyadi

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengembangkan pendekatan pendidikan karakter lewat program bernama Panca Waluya. Program ini bertujuan membentuk pribadi peserta didik menjadi lebih baik, khususnya bagi siswa yang bermasalah.

Salah satu langkah konkret dalam program ini adalah pembinaan khusus bagi siswa yang terlibat tawuran, kecanduan game online, hingga balapan liar. Mereka dikirim ke barak milik TNI untuk menjalani pendidikan karakter.

Hingga kini, tercatat sebanyak 273 siswa telah menyelesaikan pelatihan selama 18 hari di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung. Mereka dipulangkan pada Selasa, 20 Mei 2025.

Baca Juga: Tanggapi Sindiran Gubernur Konten, Dedi Mulyadi: Lebih Baik Disebut Gubernur Konten daripada Jadi Kepala Daerah yang Molor!

Dalam pidatonya di Gedung Sate, Bandung, Dedi sempat menanggapi kritik yang sempat muncul terhadap program tersebut.

"Jadi membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan urusan administrasi kewilayahan. Banyak orang meragukan, akhirnya waktu yang menjawab," ujar Dedi.

2. Manggarai Bersholawat ala Pramono Anung

Sementara itu, di DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung mengusung pendekatan berbasis budaya dan keagamaan melalui program Manggarai Bersholawat. Inisiatif ini dirancang untuk meredam aksi tawuran yang kerap terjadi di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X