Redaksi88.com – Salah satu tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025 adalah potensi terpisahnya pasangan jemaah calon haji selama berada di Tanah Suci.
Pasangan yang dimaksud meliputi suami dan istri, lansia dan pendampingnya, atau anak dan orang tua kandung.
Kondisi ini terjadi akibat penggunaan delapan Syarikah oleh Indonesia tahun ini untuk melayani jemaah selama di Arab Saudi.
Baca Juga: Tak Disangka! Inilah Barang Bukti yang Berhasil Diamankan Polisi dalam Operasi Pekat
Dengan bertambahnya jumlah Syarikah, kemungkinan satu kelompok terbang (kloter) dilayani oleh perusahaan yang berbeda menjadi lebih besar.
Hal ini membuka potensi pasangan jemaah tidak berada dalam satu layanan atau lokasi yang sama.
Pemerintah pun tengah berupaya menyelesaikan persoalan ini. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sedang melakukan langkah-langkah untuk menggabungkan kembali pasangan jemaah yang terpisah, terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca Juga: Perketat Pengawasan, Otoritas Arab Saudi Pakai Drone untuk Menangkap Jemaah Calon Haji Ilegal
Koordinasi dilakukan antara PPIH Arab Saudi dan sektor-sektor pelayanan jemaah di Makkah guna merealisasikan usulan penggabungan tersebut.
Diharapkan, pasangan yang sempat terpisah nantinya bisa berada dalam satu tenda, atau jika tidak memungkinkan, minimal tetap berada dalam maktab yang sama atau tenda yang berdekatan.
“Misalkan untuk suami istri, mereka bisa digabung kembali, tapi di tenda yang terpisah karena tenda perempuan dan laki-laki dipisah, seperti di hotel kan juga begitu,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, Hilman Latief di Makkah, dikutip dari laman resminya pada Rabu, 28 Mei 2025.
“Jemaah terpisah ini bisa bergabung kembali ketika Armuzna dalam artian berkegiatan bersama ketika di luar tenda,” imbuhnya.
Hilman menambahkan, suami istri misalnya, tetap bisa bertemu di luar tenda saat cuaca tidak panas atau ketika hendak melakukan lempar jumrah, mereka bisa berangkat bersama.***
Artikel Terkait
Seskab Teddy Ungkap Prabowo Dukung Papua Nugini Bergabung dengan ASEAN
Menjelang Puncak Haji, 95 Persen Jemaah Indonesia di Tanah Suci Sudah Terima Kartu Nusuk
Suhu Saat Wukuf di Arafah Diprediksi Capai 50 Derajat Celcius, Dirjen PHU Imbau Jemaah Kurangi Aktivitas di Luar
Perketat Pengawasan, Otoritas Arab Saudi Pakai Drone untuk Menangkap Jemaah Calon Haji Ilegal
Tak Disangka! Inilah Barang Bukti yang Berhasil Diamankan Polisi dalam Operasi Pekat