Redaksi88.com – Pengunjung kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dibuat terkejut akhir pekan lalu setelah suara tak lazim menyerupai desahan terdengar dari speaker di area publik.
Suara tersebut cukup jelas terdengar hingga membuat sejumlah orang yang sedang berolahraga atau bersantai menoleh penasaran.
Salah satu video yang merekam kejadian itu diunggah oleh warganet bernama Regy melalui akun X (sebelumnya Twitter), @reghail, pada 12 Juli 2025.
Baca Juga: 2 Versi Kronologi Pendaki untuk Menguak Fenomena Viral Kerumunan Serba Putih di Puncak Gunung Lawu
"Terjadi ‘kecelakaan’ di GBK. Seorang petugas yang bekerja mengkoordinasikan suara speaker itu lupa mematikan bluetooth," tulis Regy dalam unggahannya.
Hingga 14 Juli 2025, video tersebut telah ditonton lebih dari 476,9 ribu kali dan mengundang berbagai reaksi dari warganet.
Banyak yang menuntut penjelasan dari pengelola GBK karena menilai insiden tersebut tidak pantas terjadi di ruang publik.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Siap Bantu Seragam dan Buku untuk Siswa Kurang Mampu
Menanggapi viralnya kejadian ini, manajemen GBK pun angkat bicara. Melalui akun Instagram resmi @love_gbk, mereka menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa insiden tersebut tengah diinvestigasi.
"Manajemen PPKGBK menyampaikan permohonan maaf atas insiden suara tidak pantas yang sempat terdengar melalui pengeras suara di area publik GBK,” tulis mereka dalam unggahan pada Senin, 14 Juli 2025.
Pihak pengelola menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh kelalaian petugas yang memutar daftar putar audio bebas hak cipta tanpa melakukan pengecekan terhadap isi kontennya.
Baca Juga: CEPA Capai Titik Terobosan, Segini Tarif Produk RI ke Uni Eropa
"Hasil evaluasi internal menyimpulkan bahwa kejadian ini berasal dari kelalaian petugas yang memutar salah satu playlist bebas hak cipta (no copyright) tanpa melakukan pengecekan menyeluruh," sambung pernyataan resmi tersebut.
Manajemen GBK juga memastikan akan memperketat prosedur pemutaran audio di seluruh area untuk mencegah kejadian serupa terulang, demi menjaga kenyamanan pengunjung.
Artikel Terkait
CEPA Capai Titik Terobosan, Segini Tarif Produk RI ke Uni Eropa
Ahmad Dhani Beberkan Alasan Laporkan Lita Gading Terkait Dugaan Perundungan terhadap SA
Psikolog Soroti Kondisi SA yang Masih Murung akibat Dugaan Perundungan di Media Sosial
Tahun Ajaran Baru, Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Siap Bantu Seragam dan Buku untuk Siswa Kurang Mampu
2 Versi Kronologi Pendaki untuk Menguak Fenomena Viral Kerumunan Serba Putih di Puncak Gunung Lawu