Prabowo Soroti Praktik Beras Oplosan: Menikam Rakyat, Negara Rugi Rp100 Triliun per Tahun

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 21 Juli 2025 | 13:31 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto.  (Instagram.com/@prabowo)
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Instagram.com/@prabowo)

Redaksi88.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti serius praktik kecurangan dalam kasus beras oplosan yang dinilainya sangat merugikan masyarakat dan negara.

Dalam pidatonya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 20 Juli 2025, Prabowo menyebut kerugian akibat praktik tersebut mencapai angka yang sangat besar, yakni hampir Rp100 triliun setiap tahun.

Ia menilai tindakan curang semacam ini sebagai bentuk kejahatan ekonomi berat yang menyengsarakan rakyat dan mencederai keadilan sosial. 

Baca Juga: Yel-yel Dua Periode Menggema Saat Prabowo Hadiri Penutupan Kongres PSI 2025

Menurutnya, masih banyak pengusaha yang dengan sengaja memanipulasi kualitas dan harga beras demi keuntungan pribadi.

"Kita akan terus tegakkan, masih banyak ada permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikin seenaknya," ujar Prabowo dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa pengoplosan beras biasa yang dijual seolah-olah sebagai beras premium bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

Baca Juga: Izin Lokasi Pasar Malam di Alun-Alun Argamakmur Dipertanyakan, Diduga Belum Kantongi Restu Dinas Terkait

"Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat,” tegasnya.

Prabowo pun menggambarkan betapa besarnya potensi manfaat jika kerugian negara sebesar Rp100 triliun per tahun itu bisa dihentikan dan dialihkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Anda bisa bayangkan negara rugi Rp100 triliun (per tahun), kita bisa bikin apa. Mungkin kita bisa hilangkan kemiskinan dalam lima tahun dengan Rp1000 triliun," ucapnya.

Menyikapi hal tersebut, Prabowo mengaku telah memerintahkan aparat penegak hukum, baik Kejaksaan Agung maupun kepolisian, untuk segera mengusut dan menindak para pelaku mafia pangan tanpa kompromi dan menegaskan perlindungan terhadap rakyat dari praktik dagang curang harus menjadi prioritas utama pemerintah. 

Baca Juga: Indonesia Makin Dipandang! Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Prajurit TNI Tampil di Hari Nasional Mereka

Mafia pangan, lanjutnya, adalah ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi nasional. Kendati demikian, Prabowo menyebut pemerintah saat ini memiliki cadangan beras lebih dari 4,2 juta ton yang disebut sebagai pencapaian bersejarah.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X