Redaksi88.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers terkait kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Dalam konferensi pers tersebut, 11 tersangka dihadirkan sebelum pejabat KPK menyampaikan kronologi penangkapan.
Seluruh tersangka tampak mengenakan rompi oranye, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer.
Baca Juga: Prabowo Gelontorkan Rp1.376 Triliun di 2026 untuk Bansos, Makan Bergizi Gratis Hingga Subsidi Energi
Wamenaker yang akrab disapa Noel itu memasuki ruangan bersama 10 tersangka lainnya dengan tangan terborgol.
Momen menarik terjadi ketika Noel beberapa kali mengacungkan jempol dan tersenyum ke arah kamera wartawan.
Tak hanya itu, ia juga sempat mengepalkan tangan sebelum meninggalkan ruangan.
Baca Juga: Pantau Truk ODOL, Kemenhub Hapus Jembatan Timbang dan Terapkan Teknologi Mirip ETLE
Dalam pemaparan KPK, Noel disebut berperan dengan membiarkan, mengetahui, bahkan meminta bagian dalam kasus tersebut.
“Dia (Noel) punya wewenang mengontrol, tapi setelah mengetahui justru membiarkan bahkan meminta, sehingga fungsi kewenangannya tidak dijalankan,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jumat, 22 Agustus 2025.
Diketahui, KPK sebelumnya menggelar operasi senyap pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, setelah menerima laporan masyarakat mengenai dugaan pemerasan dalam proses penerbitan sertifikat K3.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Deodorant Spray: Praktis dan Wangi untuk Atasi Bau Badan
Pasal yang digunakan dalam kasus ini adalah pasal pemerasan, karena terdapat modus memperlambat, mempersulit, hingga menolak memproses pengajuan sertifikat K3 jika pemohon tidak memberikan tambahan uang sesuai permintaan.***
Artikel Terkait
Terjaring OTT KPK, Ini Deretan Fakta Kontroversi Wamenaker Immanuel Ebenezer
Istana Sampaikan Keprihatinan atas Kasus OTT KPK yang Menjerat Wamenaker Immanuel Ebenezer
Titiek Soeharto Soroti Beras Setahun Lebih di Gudang Bulog, Minta Pemerintah Tak Menumpuk Stok
Pantau Truk ODOL, Kemenhub Hapus Jembatan Timbang dan Terapkan Teknologi Mirip ETLE
Prabowo Gelontorkan Rp1.376 Triliun di 2026 untuk Bansos, Makan Bergizi Gratis Hingga Subsidi Energi